BANTUL, HarianBernas.com — Persiba Bantul ditahan imbang oleh tim tamu Persis Solo dengan skor 1-1 di Stadion Sultan Agung, Bantul pada Minggu (7/5). Ini merupakan poin pertama Laskar Sultan Agung dalam tiga pertandingan di grup D Liga 2 Indonesia 2017.
Sebelumnya, pada Sabtu (22/4) Persiba Bantul dipermalukan PSIR Rembang dikandang 0-1. Pada Sabtu (29/4) Persiba dihantam tuan rumah PPSM Magelang dengan skor 2-0.
Pertandingan antara Persiba dan Persis mengawali kick off pada pukul 14.00. Pertandingan berjalan cukup seru dan sengit.
Pada menit 15, justru kubu tamu Persis Solo yang unggul terlebih dahulu oleh Dedy CP yang mampu menjebol gawang Persiba Bantul. Namun, pada menit ke 42, Bustomi mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Di babak kedua, pertandingan tak kalah seru karena kedua tim ingin sama-sama mendapat poin penih. Kedua tim saling serang dan atmosfir semakin panas karena ada beberapa pelanggaran terjadi.
Saat pertengahan babak kedua, pertandingan sempat dihentikan sejenak oleh panitia pelaksana pertandingan. Hal itu dikarenakan suporter Persis Solo, Pasoepati memasang tulisan rasis kepada PSIM di tribun timur.
Ketika tulisan rasis itu diturunkan, pertandingan diteruskan kembali. Sampai menit terakhir babak kedua, skor tidak berubah karena tak ada gol tercipta lagi.
Dari tiga pertandingan, Persiba Bantul hanya mampu mengumpulkan satu poin, sedangkan Persis Solo mendapatkan poin tujuh. Setelah sebelumnya menumbangkan Sragen United dengan 1-0 dinkandang Sragen dan menang 2-0 atas PPSM Magelang di kandang.
Pelatih Persis Solo, Widyantoro mengatakan, meskipun timnya meraih poin, dirinya kurang puas dengan hasil imbang tersebut. “Target kami meleset, karena target saya poin tiga. Tapi ya tetap disyukuri,” katanya di Stadion Sultan Agung sehabis pertandingan.
Widyantoro menerangkan, targetnya akan terpenuhi ketika wasit fairplay. Dia menganggap, beberapa keputusan wasit tidak adil dalam pertandingan tersebut.
“Hands ball pun dibiarkan, ini kan pembiaran namanya. Nggak tahu ini ada apa,” ujar Widyantoro.
