HarianBernas.com ? Negara Thailand dikenal sangat memuliakan rajanya. Hal tersebut juga berlaku untuk Maha Vajiralongkorn yang baru mulai menjadi raja sejak akhir tahun lalu. Kekhawatiran sempat membayangi naiknya Vajiralongkorn ke kursi tahta Thailand karena sebelum menjadi raja, ia lebih banyak tinggal di luar negeri dan memiliki perilaku yang hedonis.
Masa lalu Vajiralongkorn yang kurang pantas tersebut lantas menjadi bahan perbincangan di dunia maya. Selama beberapa hari terakhir, beredar video yang menampilkan Vajiralongkorn saat berjalan-jalan bersama seorang wanita di pusat perbelanjaan kota Muenchen. Di video tersebut, perut, punggung, dan lengan Vajiralongkorn terlihat dipenuhi oleh tato.
Namun motif, tato yang ada di video tersebut ternyata berbeda dengan tato yang muncul dalam foto Vajiralongkorn ketika sedang berada di bandara Muenchen. Dugaan kalau tato yang memenuhi badan Vajiralongkorn aslinya hanyalah tato sementara pun menyeruak dan lantas menjadi bahan olok-olok netizen di Facebook.
Pemerintah Thailand ternyata menanggapi beredarnya video tersebut dengan serius. Mereka mengancam bakal mengajukan tuntutan resmi ke Facebook jika video tersebut masih saja beredar. Kebetulan Thailand memiliki peraturan yang melarang siapapun mengolok-olok raja. Jika ada yang terbukti yang melanggar, pelaku pelanggaran bisa dijatuhi hukuman penjara maksimal 15 tahun.
Facebook sendiri sebenarnya sudah memblokir video tersebut untuk netizen yang berasal dari Thailand. Namun, aparat Thailand mengklaim masih ada sekitar ratusan halaman situs lainnya yang menampilkan video tersebut. ?Jika bahkan masih ada satu saja halaman situs yang menampilkan video tersebut, kami akan segera mengambil langkah hukum kepada Facebook Thailand,? kata sekjen komisi telekomunikasi Thailand Takorn Tantasith.
