HarianBernas.com ? Sebagai puncak tertinggi di dunia, Gunung Everest bak magnet bagi pendaki gunung manapun. Tidak jarang mereka yang sudah pernah mendaki Gunung Everest memutuskan untuk melakukan pendakian kembali demi memecahkan rekor yang pernah dibuatnya. Kilian Jornet adalah contoh dari pendaki gunung tersebut.
Jornet merupakan pendaki gunung asal Spanyol yang berasal dari Spanyol. Baru-baru ini, ia berhasil mencapai puncak Gunung Everest hanya dalam rentang waktu 26 jam. Hebatnya lagi, Jornet berhasil memecahkan rekor ini tanpa menggunakan bantuan tabung oksigen dan tali pemandu.
Pendakian ini sendiri bukanlah pendakian pertama yang dilakukan oleh Jornet di Gunung Everest. Ia sebelumnya juga pernah mendaki gunung di barisan Himalaya tersebut pada bulan September 2016. Jornet diketahui juga sempat mendaki puncak-punck tertinggi di benua lain seperti Gunung Blanc, Kilimanjaro, hingga Aconcagua.
?Mencapai puncak Everest tanpa tali pemandu bukanlah hal yang akan anda lakukan setiap hari. Saya melihat musim panas yang fantastis dan akhirnya mencapai puncak pada tengah malam,? kata Jornet seperti yang dikutip oleh The Independent.
?Hingga 7.700 m saya merasa sangat baik dan menciptakan kemajuan Tapi saya kemudian merasa tidak enak badan, mungkin karena virus perut. Dari situ saya melakukan kemajuan yang lambat dan harus berhenti berkali-kali untuk memulihkan diri.?
Kendati cepat, waktu yang dibuat oleh Jornet untuk mencapai puncak Everest masih bukan yang tercepat. Menurut data Guiness World Records, orang dengan catatan waktu tersingkat untuk mencapai puncak Everest adalah Hans Kammerlander dari Italia. Ia berhasil mencapai puncak Everest dalam waktu 16 jam 45 menit pada tahun 1996.
Namun menurut tim Jornet, Kammerlander memulai pendakiannya dari kamp di ketinggian 6.500 meter. Sementara Jornet memulai pendakian dari kamp di ketinggian 5.100 meter.
