HarianBernas.com ? Al Jazeera adalah nama dari kantor berita yang berbasis di Qatar. Kantor berita ini adalah salah satu kantor berita terbesar di Timur Tengah dengan jangkauan yang mencakup seluruh dunia. Penggunaan bahasa yang beragam dalam artikel-artikelnya dan adanya koresponden yang ditempatkan di banyak negara menjadi alasan mengapa Al Jazeera bisa bersaing dengan kantor berita yang berbasis di negara-negara Barat.
Namun di luar kelebihanya tersebut, ternyata ada pihak-pihak yang tidak menyukai keberadaan Al Jazeera. Baru-baru ini, pemerintah Mesir mengumumkan pemblokiran 21 situs dengan alasan situs-situs yang bersangkutan mendukung terorisme. Al Jazeera termasuk dalam salah satu situs yang diblokir tersebut.
Menurut pantauan wartawan Reuters yang bertugas di Mesir, situs Al Jazeera sejak hari Rabu (24/5/2017) waktu setempat memang tidak bisa lagi diakses. Dua sumber dalam badan pertahanan Mesir yang diwawancarai oleh Reuters menambahkan kalau alasan lain pemblokiran Al Jazeera adalah karena kantor berita tersebut berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin (IM).
IM adalah nama dari kelompok politik merangkap keagamaan yang memiliki peran penting dalam revolusi di Mesir pada tahun 2011 lalu. Kelompok ini dikabarkan menerima pendanaan dari Qatar. Ketika terjadi kudeta militer di Mesir pada tahun 2013, pemerintahan militer Mesir kembali menetapkan IM sebagai kelompok terlarang.
Mesir bukanlah satu-satunya negara yang memblokir akses menuju situs Al Jazeera. Negara-negara di Semenanjung Arab yang mencakup Arab Saudi dan Uni Emirat Arab juga mengambil langkah serupa. Menurut Al-Arabiya, pemblokiran tersebut dilakukan setelah emir Qatar menyatakan kalau memendam permusuhan dengan Iran adalah hal yang tidak berguna.
