HarianBernas.com ? Malang betul nasib hewan-hewan ini. Gara-gara kebun binatang yang mereka tinggali selama ini dihancurkan, sekarang mereka harus hidup dalam kondisi yang terkatung-katung. Hewan-hewan tadi hanya bisa hidup di kandang sementara yang kondisinya termasuk memprihatinkan jika memakai standar kelayakan modern.
Kebun binatang tersebut adalah Kebun Binatang Buenos Aires yang terletak di Argentina. Sebelum ditutup pada tahun 2016 lalu, kebun binatang tersebut sudah berdiri selama hampir satu setengah abad.
Karena sudah berdiri demikian lama, kebun binatang ini pun memiliki koleksi hewan yang begitu banyak. Total ada 1.500 hewan yang pernah menempati kebun binatang tersebut. Hewan-hewan yang pernah menghuni kebun binatang tadi terdiri dari gajah, badak, jerapah, kuda nil, burung kondor, hingga singa.
Sekarang lahan bekas kebun binatang tersebut sudah dialihfungsikan menjadi taman umum. Namun hewan-hewan yang dulunya menempati kebun binatang sebagiannya masih ada di sana. Pasalnya karena hewan-hewan tadi merupakan hewan kebun binatang yang sudah terbiasa diberi makan setiap hari, mereka hanya bisa dipindahkan ke kebun binatang lain.
Di sinilah masalah timbul. Hewan-hewan ini sekarang harus tinggal di kandang sempit yang kondisinya kurang layak. Claudio Bertonatti selaku bekas direktur Kebun Binatang Buenos Aires turut mengeluhkan hal ini. Menurutnya, pemerintah kota tidak punya rencana jangka panjang yang jelas mengenai nasib hewan-hewan ini.
Pejabat kota sendiri mengaku kalau hewan-hewan ini masih terlantar karena proses pemindahannya ternyata lebih rumit dari yang mereka kira. Mereka lantas mengeluarkan rencana alternatif mengenai pembangunan ulang taman bekas kebun binatang supaya bisa menjadi taman umum sekaligus ruang terbuka bagi hewan. Rencananya taman tersebut juga bakal dilengkapi dengan pusat kebudayaan dan tempat rekreasi.
