HarianBernas.com ? Kabar buruk bagi pecinta lingkungan datang dari negara Brazil. Parlemen negara tersebut sepakat untuk mengurangi luas area hutan lindung Amazon supaya bisa dialih fungsikan menjadi lahan perkebunan serta lahan untuk aktivitas lainnya. Lewat kebijakan baru ini, Taman Nasional Jamanxim yang awalnya memiliki luas 3,2 juta are luasnya menyusut menjadi tinggal 2 juta are.
Dicapainya kebijakan ini dianggap sebagai wujud keberhasilan lobi yang dilakukan oleh pihak pengelola perkebunan komersial. Namun peraturan terkait pengalihfungsian lahan ini baru akan terealisasi jika sudah diratifikasi oleh presiden.
Keluarnya peraturan baru ini tak pelak mengundang kritikan dari aktivis lingkungan. ?Keputusan Kongres datang di saat penggundulan hutan tengah meningkat. Sekarang adalah waktunya untuk menciptakan lebih banyak wilayah cagar alam, namun Brazil justru menguranginya,? keluh Christine Mazzetti selaku aktivis Greenpeace Brazil.
Mazzetti menambahkan bahwa jika aturan ini benar-benar terealisasi, maka lahan taman nasional yang dialihfungsikan tersebut akan segera diserbu oleh para pengklaim lahan yang ingin memanfaatkannya menjadi lahan pertanian, penggembelaan, atau pertambangan. Ia lantas memperingatkan bahwa pengalihfungsian lahan ini hanya akan menimbulkan konflik sengketa lahan yang baru antara pihak-pihak pengklaim tadi.
Sebagai negara subur dengan kepadatan penduduk yang tinggi, Brazil memang cukup sering terkena kasus konflik akibat sengketa lahan antar golongan. Tahun lalu, sebanyak 61 orang dilaporkan tewas akibat terlibat konflik terkait perebutan lahan. Tiga belas di antara korban tewas diketahui sebagai warga pribumi tradisional.
