HarianBernas.com ? Rio de Janeiro adalah nama dari salah satu kota terbesar di Brazil. Status tersebut sayangnya diikuti pula dengan predikat yang tidak menyenangkan. Menurut ulasan yang dimuat di Folha de Sao Paolo, Rio juga merupakan salah satu kota yang paling berbahaya di Brazil. Pasalnya, setiap 2 hari, setidaknya ada satu orang yang tewas atau terluka akibat peluru nyasar.
Temuan tersebut didapat dari survei yang dilakukan oleh Folha. Lebih dari 90 persen korban peluru nyasar ini merupakan penghuni kawasan kumuh Rio yang memang banyak berdiri di kota bekas tuan rumah Olimpiade tersebut.
?Ini adalah realita yang kronis, bersejarah. (Data) statistik macam ini tidak akan terjadi di kawasan perumahan (kaya). Mereka yang memiliki kekuatan untuk menentukan suatu hal akan langsung bereaksi. Mereka tidak akan membiarkan anak-anak mereka terpapar oleh barbarisme, yang senantiasa terjadi di dunia tak terlihat ini (kawasan kumuh Rio ? red.),? kata Antonio Carlos Costa, presiden lembaga swadaya Rio de Paz.
Maraknya kasus peluru nyasar di Rio juga menyita perhatian lembaga Amnesty International. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh lembaga tersebut, selama tiga bulan pertama tahun 2017 ini saja sudah terjadi lebih dari 1.700 kasus peluru nyasar di wilayah tersebut.
Kasus peluru nyasar dan baku tembak antarwarga sipil merupakan hal yang sudah lama terjadi di Rio. Kombinasi dari maraknya kemiskinan dan aktifnya geng-geng bersenjata di kota ini menjadikan Rio ibarat medan perang yang mencekam bagi warga miskin setempat. Kondisi tersebut kian bertambah parah menyusul terjadinya krisis ekonomi di negara bagian Rio.
