HarianBernas.com ? Wacana pembangunan tembok pembatas antarnegara bukanlah milik Donald Trump semata. Pemerintah Turki ternyata juga memiliki rencana serupa. Media Hurriyet Daily News yang berbasis di Turki mengabarkan kalau tembok sepanjang puluhan kilometer bakal dibangun di perbatasan Turki dengan Iran.
Menurut penjelasan pejabat Turki kepada wartawan Hurriyet, pembangunan tembok tersebut dimaksudkan untuk membatasi ruang gerak PKK. Kelompok militan keanggotaannya didominasi oleh etnis Kurdi dan ditetapkan sebagai kelompok terlarang oleh pemerintah Turki serta Uni Eropa.
?PKK memiliki kamp Maku, Dambat, Navur, Kotr, Keneresh, dan Sehidan di wilayah Iran dekat perbatasan Turki. Ada sekitar 800-1000 teroris PKK di kamp-kamp tersebut. Mereka masuk ke Turki, menyerang, lalu pergi,? terang sang pejabat tersebut pada tanggal 8 Mei. ?Sebagai pencegahan akan hal ini, kami akan membangun tembok di sepanjang 70 kilometer perbatasan dan kami akan menutup sisanya dengan menara serta pagar besi. Kami juga akan memasang lampu di perbatasan.?
Selain membangun tembok dan fasilitas pengawas di perbatasan, otoritas Turki juga berniat memasang kamera pengawas di jalan besar yang menghubungkan provinsi Tunceli dengan Elazig di Turki timur. Menurut sang pejabat, kebijakan ini diambil karena aparat Turki pernah menemukan bom di jalan sepanjang 140 kilometer tersebut.
Kebijakan pendirian tembok di perbatasan antarnegara sendiri sebenarnya bukanlah hal yang baru bagi Pemerintah Turki. Mereka sebelumnya juga pernah membangun tembok di sepanjang perbatasan Turki dengan Suriah untuk mencegah anggota ISIS dan kelompok militan Kurdi menyusup masuk ke wilayah Turki.
