HarianBernas.com ? Palu yang menentukan masa depan Inggris sudah diketuk. Perdana Menteri Theresa May secara resmi sudah memulai proses Brexit alias keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Efek domino dari peristiwa ini pun sudah mulai terasa sejak sekarang. Reuters memberitakan kalau bank-bank internasional berniat memindahkan kantornya keluar Inggris.
Pemindahan itu sendiri dilakukan tidak lain supaya bank-bank tadi bisa tetap menikmati akses menuju pasar tunggal Uni Eropa. Jika pemindahan ini benar-benar terjadi, setidaknya 9 ribu tenaga kerja di sektor perbankan Inggris bakal menghilang keluar negeri dalam kurun waktu 2 tahun ke depan.
Ada 13 bank yang berniat memindahkan kantornya keluar Inggris. Bank-bank tersebut di antaranya adalah Citigroup, Standar Chartered, JP Morgan, dan Goldman Sachs. ?Kami sudah bergerak secara penuh dengan rencana darurat ini. Tidak ada gunanya lagi menunggu,? jelas salah seorang kepala bank yang berkantor di London.
Enam dari 13 bank tadi berniat membuka kantor baru atau melakukan relokasi penuh ke kota Frankfurt. Sementara 3 bank lainnya mempertimbangkan kota Dublin di Irlandia sebagai markas barunya. Kepala Eksekutif HSBC Stuart Gulliver menyatakan kalau sebanyak seribu pegawainya bakal dipindahkan ke kota Paris.
Para tenaga kerja yang menjadi sasaran relokasi ini sebenarnya hanyalah 2 persen dari total tenaga kerja di sektor keuangan Inggris. Namun, jika para pegawai bergaji tingginya turut pindah keluar negeri, pemasukan Inggris di sektor pajak bakal mengalami penurunan.
