HarianBernas.com – Okinoshima, nama dari suatu pulau kecil yang terletak di sebelah barat Jepang. Di pulau ini, Anda tidak akan bisa menemukan perempuan. Pasalnya, perempuan memang dilarang menginjakkan kakinya sama sekali. Larangan tersebut diterapkan karena adanya kepercayaan tradisional yang dipegang teguh oleh penduduk setempat.
Kendati kaum laki-laki diperbolehkan mengunjungi pulau ini, mereka tetap harus mengikuti ketentuan yang ketat sebelum bisa memasuki Okinoshima. Mereka diharuskan bertelanjang bulat dan mengikuti semacam ritual pembersihan terlebih dahulu. Sesudah meninggalkan Okinoshima, mereka juga dilarang membawa pulang cindera mata dari pulau ataupun menceritakan pengalamannya semasa berada di pulau tersebut.
Pulau Okinoshima memiliki luas lebih dari 971 ribu meter persegi dengan puncak tertinggi 244 m. Pulau ini dipercaya sebagai tempat kediaman dewi dalam agama Shinto sehingga seluruh bagian pulau ini dianggap sebagai tempat yang sakral. Hanya ada satu orang yang menempati pulau ini dan orang tersebut adalah pendeta agama Shinto. Sejak abad ke-4, nelayan Jepang kerap menyambangi pulau ini untuk meminta perlindungan dan keselamatan.
Sebagai akibat dari keunikan yang dimiliki olenya, Pulau Okinoshima pun diajukan agar menjadi Cagar Budaya UNESCO. Pasalnya, selain masih memiliki kepercayaan tradisional yang terpelihara, pulau ini memiliki lebih dari 80 ribu artefak yang diperkirakan berasal dari daratan Korea. Jika Pulau Okinoshima pada akhirnya diakui oleh UNESCO sebagai cagar budaya, pengelola Pulau Okinoshima menegaskan kalau orang-orang luar yang hendak berwisata ke pulau ini tetap harus mengikuti ketentuan-ketentuan yang ada.
