HarianBernas.com ? Uni Soviet semasa masih berdiri dikenal sebagai salah satu pelopor penjelajahan ke luar angkasa. Tahun 1961, mantan negara terbesar di dunia tersebut berhasil mengirimkan Yury Gagarin sebagai manusia pertama yang berhasil mencapai luar angkasa.
Ketika Uni Soviet runtuh menjadi negara-negara yang lebih kecil, sektor penelitian angkasanya turut menerima imbas. Banyak fasilitasnya yang tidak lagi terurus karena biaya untuk melanjutkan pengelolaan fasilitas tersebut tidaklah sedikit.
Sisa-sisa kejayaan Uni Soviet dapat dijumpai di Kosmodor Baikonur yang sekarang termasuk dalam wilayah Kazakhstan. Di salah satu hanggar fasilitas peluncuran roket tersebut, pesawat luar angkasa peninggalan Uni Soviet dapat ditemukan di dalamnya. Kondisinya sekarang begitu tidak terurus karena pesawat tadi ditutupi oleh debu tebal dan kotoran burung.
Pesawat yang sama diketahui dibangun pada medio 1970-an. Pesawat yang bersangkutan secara tidak resmi dikenal dengan nama Ptichka yang dalam bahsa Rusia berarti “burung kecil”. Awalnya Ptichka diharapkan bukan hanya bisa terbang di luar angkasa. Tetapi juga bisa mengangkut muatan berat untuk membantu pembangunan pangkalan luar angkasa.
Namun niat tersebut pada akhirnya tidak pernah terealisasi. Menjelang keruntuhannya di tahun 1991, minat pemerintah Uni Soviet terhadap sektor eksplorasi luar angkasa menurun akibat kondisi ekonomi dan politik pada masa itu. Ketika Uni Soviet runtuh, Presiden Rusia Boris Yeltsin membatalkan rencana peluncuran Ptichka secara total sehingga pesawat itupun nasibnya terlunta-lunta hingga sekarang.
