HarianBernas.com ? Kebijakan pelarangan AS di sektor penerbangan kian meluas. Kini yang menjadi sasaran adalah jalur penerbangan dari Eropa menuju AS. The Daily Beast memberitakan kalau AS berencana melarang penumpang di rute penerbangan tersebut untuk membawa laptop di kabin pesawat.
Rencana ini merupakan lanjutan dari kebijakan terdahulu yang dikeluarkan oleh Departemen Keamanan Tanah Air (DHS). Sebelumnya DHS melarang laptop dan peralatan elektronik berukuran besar untuk dibawa dalam kabin pesawat yang datang dari sejumlah negara Timur Tengah. Larangan ini dibuat karena adanya kekhawatiran jika laptop tersebut sudah dimodifikasi menjadi bom rakitan.
Larangan untuk rute penerbangan Eropa menuju AS sendiri diajukan semata-mata bukan karena kekhawatiran aksi teror semata. Tetapi juga untuk keamanan penerbangan secara umum. Sepanjang tahun 2016, federasi penerbangan setempat mencatat ada setidaknya 33 insiden yang memicu kebakaran di dalam pesawat. Tiga di antaranya disebabkan oleh laptop.
Contoh kasus tersebut terjadi pada tanggal 15 Januari 2016 lalu dalam penerbangan dari Minneapolis menuju Atlanta. Dua laptop yang tersimpan dalam tas mendadak terbakar dan menimbulkan asap yang memenuhi kabin. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun para penumpang sampai harus turun melalui pintu darurat dan menerima pertolongan pertama akibat begitu pekatnya asap di dalam pesawat.
