HarianBernas.com ? Internet dikenal sebagai surga bagi mereka yang mengutamakan kerahasiaan. Pasalnya di internet, seseorang bisa menyamarkan identitasnya dan tidak perlu bertatap muka secara langsung dengan orang lain. Namun kelebihan internet ini di sisi lain kerap dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingannya sendiri.
Hal itulah yang menjadi pusat perhatian Vladimir Putin. Presiden Rusia tersebut seperti yang diberitakan oleh The Moscow Times merilis perintah eksekutif setebal 27 halaman pada hari Kamis (11/5/2017) waktu setempat. Perintah eksekutif tersebut berjudul ?Strategi Pengembangan Informasi Rusia dari 2017 sampai 2030?.
Berdasarkan perintah eksekutif tersebut, Putin meminta supaya ada regulasi baru terhadap jaringan televisi, media sosial, aplikasi penyebar pesan, dan segala macam situs. Putin juga meminta supaya ada dukungan lebih besar terhadap media-media tradisional seperti televisi, radio, dan media cetak.
Salah satu usulan regulasi yang coba diterapkan ke internet adalah kewajiban supaya semua media sosial memiliki simpanan data di Rusia dan bersedia membiarkan otoritas keamanan Rusia mengakses data tersebut. Perintah eksekutif tadi juga meminta penghilangan sistem anonimitas alias penyembunyian identitas asli terkait para pengguna internet. Untuk menjamin privasi masing-masing pengguna internet, suatu sistem baru berbasis kepercayaan akan dikembangkan.
Selama ini media-media resmi yang beroperasi di Rusia harus mematuhi batasan-batasan yang ditetapkan oleh pemerintah Rusia. Sebagai contoh, media Rusia bisa mencabut perizinan suatu badan media jika berulang kali menerima peringatan dari Roskomnadzor selaku lembaga sensor Rusia. Namun pembatasan tersebut tidak berlaku untuk media online.
