HarianBernas.com ? Militer Uni Emirat Arab bakal kebanjiran senjata baru. CNN memberitakan kalau pemerintah AS setuju untuk menjual alutsista senilai 2 milyar dollar ke negara teluk tersebut. Ragam persenjataan yang dijual tersebut terdiri dari 60 misil Patriot tipe Advanced Capability 3 dan 100 misil Patriot tipe GEM-T. Selain dua tipe misil Patriot tadi, penjualan alutsista ini juga mencakup layanan logistik dan teknis.
?Usulan penjualan ini bakal membantu sektor hubungan luar negeri dan keamanan nasional AS dengan cara memperkuat sekutu penting yang selama ini… menjadi penjaga stabilitas politik dan perkembangan ekonomi di Timur Tengah,? kata Kongres AS melalui pernyataan resminya. Mereka turut menambahkan kalau penjualan misil-misil ini tidak akan mengubah keseimbangan militer di kawasan tersebut.
AS dan Uni Emirat Arab selama ini memang memiliki hubungan yang dekat di bidang militer. Pasalnya AS menganggap Uni Emirat Arab sebagai mitra penting dalam perang melawan ISIS dan Al-Qaeda. Baik AS maupun Uni Emirat Arab juga sama-sama memendam rasa curiga atas keterlibatan Iran dalam konflik di Yaman.
Menurut Institut Perdamaian Internasional Stockholm, Uni Emirat Arab merupakan negara importir alutsista AS terbesar kedua di Timur Tengah dalam kurun waktu 2012 hingga 2016. Hanya Arab Saudi yang mengimpor senjata lebih banyak dalam periode yang sama. Misil Patriot sendiri bukanlah benda yang asing bagi militer Uni Emirat Arab karena misil yang bisa menembak jatuh pesawat dan misil lain ini sudah dioperasikan oleh militer negara tersebut sejak tahun 2009.
