HarianBernas.com – Korea Utara normalnya bukanlah negara yang lazim dijadikan negara tujuan oleh wisatawan asing. Pasalnya negeri yang dipimpin oleh Kim Jong Un ini menerapkan kebijakan otoriter dan bersikap sangat tertutup dari dunia luar. Tidak sedikit warga asing yang mengalami penyiksaan di negara ini karena dituduh bertindak sebagai mata-mata.
Hal tersebut ternyata tetap tidak mengecutkan niat Aleksa Vulovic dan Alex Apollonov untuk berkunjung langsung ke Korea Utara. Kedua mahasiswa asal Universitas Sydey di Australia tersebut merasa tertarik melakukan perjalanan ke Korea Utara usai membaca artikel-artikel mengenai Korea Utara.
Dalam beberapa artikel yang mereka baca, pemerintah Korea Utara dilaporkan menerapkan kebijakan yang sangat ketat terhadap model rambut rakyatnya. Penduduk pria Korea Utara hanya bisa memiliki model rambut yang sudah diizinkan oleh pemerintah.
Tertarik untuk membuktikan hal tersebut, Aleksa dan Alex pun kemudian mengeluarkan uang sebanyak 2 ribu dollar Australia untuk mengikuti tur enam hari yang diselenggerakan oleh grup wisata pemerintah Korea Utara. Setibanya di Pyongyang, keduanya langsung pergi ke tempat potong rambut yang sudah disarankan oleh pemandu wisata mereka.
Kepada wanita pemotong rambut yang ditemuinya, Aleksa kemudian menunjukkan foto seorang pria dan meminta dicukurkan sesuai dengan model rambut pria dalam foto telepon genggamnya. Sang pemotong rambut tersebut menyanggupi permintaan Aleksa dan mulai mencukur rambut Aleksa yang awalnya terurai panjang.
Setibanya kembali di Australia, Aleksa dan Alex lantas menyimpulkan jika klaim bahwa seluruh orang di Korea Utara hanya bisa memiliki model rambut tersebut tidaklah benar adanya. Aleksa lantas berujar supaya penduduk di luar Korea Utara tidak menelan mentah-mentah pemberitaan mengenai Korea Utara yang selama ini beredar di media umum.
Keduanya juga merekam petualangan mereka di Korea Utara dalam video dokumenter berdurasi 20 menit yang berjudul The Haircut: A North Korean Adventure. Video tersebut pertama kali diunggah pada akhir April lalu dan dapat ditonton di YouTube.
