HarianBernas.com – Banyaknya imigran ilegal dari Afrika yang mencoba menyusup ke Eropa bak peluang bisnis bagi sejumlah orang. Pabrik pembuatan jaket pelampung ilegal adalah contoh bisnis yang memanfaatkan fenomena pengungsi ilegal tersebut. Pabrik macam itu pernah digrebek dan ditutup oleh polisi Turki di kota Izmir lebih dari setahun silam.
Jaket pelampung yang dibuat di pabrik tersebut dijual hanya dengan harga 20 lira. Jauh lebih murah dibandingkan pelampung standar yang harga jualnya mencapai 70 lira per buahnya. Para pengungsi dan pencari suaka ilegal yang hendak menyeberangi Laut Mediterania menuju Eropa menjadi target penjualan utama jaket-jaket pelampung yang berwarna jingga tersebut.
Karena harga jualnya jauh lebih murah, jaket ini pun memiliki kualitas yang lebih buruk. Jaket pelampung idealnya menggunakan bahan-bahan khusus supaya pemakainya bisa mengapung di permukaan laut selama berjam-jam. Namun jaket-jaket pelampung yang dibuat di pabrik ini tidak menggunakan bahan demikian.
Pabrik yang digrebek di Izmir pada bulan Januari 2016 tersebut bukan hanya bermasalah karena menjual produk yang tidak sesuai standar keamanan. Pemilik pabrik diketahui juga memperkerjakan anak-anak asal Suriah yang notabene masih di bawah umur.
Dampak dari maraknya penjualan jaket pelampung ilegal tersebut sudah bisa ditebak. Ketika terjatuh ke laut, pengungsi yang memakai jaket ini terombang-ambing oleh arus laut dan mati tenggelam. PBB melaporkan kalau sepanjang tahun 2016 lalu, lebih dari 5 ribu imigran ilegal tenggelam di Laut Mediterania sebelum tiba di tujuannya.
