HarianBernas.com – Logistik selama pendakian sangatlah penting bagi para pendaki gunung. Saat camping di hutan, kalian tentu membutuhkan asupan makanan untuk menunjang segala aktivitas saat berada di lingkungan luar. Ketika mendaki gunung, mayoritas dari kalian pasti akan membawa logistik secara praktis, murah, ringan, dan simple.
Tentu saja Mie instan menjadi pilihan utama saat mendaki gunung. Selain ringan, cara memasaknya pun sangat mudah.
Mulai sekarang ada baiknya jika kalian mulai mengurangi kebiasaan ini. Berikut alasan mengapa kalian harus berhenti membawa mie instan saat mendaki gunung.
1. Tidak Sehat
Sudah bukan rahasia umum jika mie instan termasuk makanan yang tak sehat. Walau demikian, masyarakat kita mulai cenderung ketergantungan dengan mie instan. Seperti yang kita ketahui bila mie instan akan menyerap banyak air. Perlu dipahami saat mendaki gunung tubuh memerlukan banyak asupan cairan. Bila kalian memakan mi instan maka cairan itu tidak akan maksimal diserap oleh tubuh. Masih banyak alternatif makanan lain yang bisa kita bawa saat mendaki gunung.
2. Tidak Banyak Menghasilkan Energi
Mie instan memang bisa menggantikan nasi, karena sama-sama mengandung karbohidrat. Namun energi yang dihasilkan oleh mie instan tidak akan sama dengan energi yang dihasilkan oleh makanan pokok seperti nasi.
Satu takaran sajian mie instan (80 gram) hanya dapat menyumbangkan energi sebesar 400 kkal, yaitu kurang lebih 20% dari total kebutuhan energi harian (2.000 kkal). Sedangkan satu porsi nasi bisa menghasilkan kurang lebih 560 kkal, atau kurang lebih 30% dari total kebutuhan energi harian. Mulai sekarang, nasi dan lauk pauk lebih pantas untuk seorang pendaki gunung dari pada mie instan.
3. Mengurangi Jatah Air Minum
Seperti yang kita ketahui, untuk memasak mie instan kita perlu air dalam jumlah yang tidak sedikit. Untuk memasak satu bungkus mie instan saja kalian perlu kurang lebih 200-300 ml air. Apalagi jika mie yang kita bawa adalah mie kuah. Jatah air minum yang kalian bawa harus disumbangkan untuk memasaknya.
Belum lagi, jika jalur pendakian yang Kalian jalani sangat minim sumber air. Lain halnya dengan nasi. Dengan jumlah air yang sama, Kalian bisa memasak untuk beberapa porsi nasi yang bisa kalian bagi dengan rekan sependakianmu lain. Kalian akan lebih kenyang, berenergi, dan bisa menghemat air, bukan?
4. Menyebabkan Dehidrasi
Pernahkan Kalian tidak merasa haus setelah makan mie instan? Bumbu dari mie instan mengandung banyak MSG yang akan membuatmu cepat haus. Saat mendaki gunung, dehidrasi bisa menjadi hal yang fatal. Kalian bisa jadi tidak lagi mampu melanjutkan perjalanan karena dehidrasi. Aliran darahmu akan tidak selancar biasanya. Akibatnya, Kalian mungkin bisa pingsan karena kerusakan beberapa organ dalam.
5. Menghasilkan Sampah Plastik
Sampah adalah masalah utama yang selalui di temui dimanapun dan kapanpun. Baru-baru ini banyak gunung kehilangan keindahannya karena sampah-sampah yang entah sengaja atau tidak tertinggal di sana. Kebanyakan sampah itu adalah sampah tisu dan bekas bungkus plastik para pendaki. Banyak pula bekas bungkus mie instan yang tidak dibawa turun kembali.
Mie instan memang mempermudah aktivitas dan menghemat waktu kita saat berada di gunung. Tetapi, efek buruk mie instan harus sedapat mungkin dihindari. Baik itu dari segi kesehatan ataupun lingkungan. Sayangi tubuh dan alam raya ini dengan meninggalkan kebiasaan membawa mie instan saat mendaki gunung.
Jika kalian belum bisa meninggalkan kebiasaan ini, sebaiknya dikurangi. Bawalah minimal satu hingga dua bungkus saja dan sebisa mungkin, jadikan mie instan hanya sebagai logistik darurat saja. Salam lestari.
