HarianBernas.com ? Klenik bukan hanya dikenal di Indonesia. Negara tetangga Papua Nugini juga masih mengenal praktik serupa. Bahkan gara-gara masih kentalnya kepercayaan mengenai hal-hal gaib di negara tersebut, proses perhitungan suara hasil pemilu di Papua Nugini sempat mengalami hambatan.
Kejadian tersebut terjadi di provinsi Sepik Timur. Kegiatan penghitungan ulang suara terpaksa dilakukan dia 2 wilayah yang ada di provinsi tersebut. Gara-garanya adalah sejumlah kandidat yang mengikuti pemilu menuduh kalau lawannya menggunakan sihir untuk menghilangkan surat suara yang ada dalam kotak.
Saat penghitungan ulang dilakukan, bukan hanya anggota komisi pemilu yang ada di lokasi penghitungan ulang. Para pendeta juga turut berkumpul di lokasi untuk ?memberkati? kotak suara supaya surat suara di dalamnya aman dari gangguan sihir.
Kepercayaan mengenai klenik memang masih cukup mengakar di antara masyarakat Papua Nugini. Tidak jarang terjadi kasus main hakim sendiri yang berujung fatal kepada orang-orang yang dituduh melakukan sihir dan guna-guna. Bulan Maret lalu, sebanyak 122 orang diadili secara massal karena mereka membunuh 7 orang yang dituduh melakukan sihir.
