HarianBernas.com ? Rokok merupakan produk yang senantiasa menuai polemik di negara manapun. Dampak negatif yang ditimbulkan rokok dalam jangka panjang menyebabkan puntung hisap ini dianggap sebagai ancaman bagi kesehatan rakyat banyak. Namun banyaknya konsumen rokok dan orang yang menggantungkan hidupnya dari sektor ini menyebabkan rokok tidak bisa dilarang secara penuh.
India termasuk dalam negara yang memiliki kasus tersebut. Reuters mengabarkan kalau pemerintah India memberikan surat peringatan resmi kepada perusahaan-perusahaan rokok supaya mereka menghapus semua iklan yang menampilkan merek rokok di ibukota Delhi. Pemerintah India juga mengancam bakal mengambil langkah hukum jika mereka enggan menurut.
Perusahaan Philip Morris International yang memproduksi rokok Marlboro termasuk dalam perusahaan yang menerima peringatan ini. Selama ini perusahaan tersebut mempromosikan rokoknya dengan cara memasang iklan bermerek di toko-toko rokok sambil menawarkan contoh rokok gratis kepada konsumennya.
Menurut staf pemerintah India, metode yang digunakan oleh Philip Morris tersebut sebenarnya bertetangan dengan peraturan yang berlaku di India. Pemerintah India pun selama beberapa tahun terakhir sudah menyurati pihak Philip Morris untuk berhenti melanjutkan metodenya tersebut.
Namun lemahnya penegakan hukum di lapangan menyebabkan produsen-produsen rokok tetap nekat mengiklankan produknya sambil memamerkan nama mereknya. Penyelidikan yang pernah dilakukan oleh wartawan Reuters menemukan kalau pihak Philip Morris membayar biaya bulanan kepada pemilik kios-kios rokok supaya produk rokoknya bisa diiklankan di kios mereka.
