HarianBernas.com ? Rodrigo Duterte masih enggan menghentikan perang mulutnya dengan pemerintah AS. Kali ini presiden Filipina tersebut bersumpah kalau dirinya tidak akan berkunjung ke AS. Ia juga menyebut AS sebagai negara yang buruk sambil menyindir tindakan militer AS di Timur Tengah.
?Tidak akan pernah ada momen di mana aku akan pergi ke Amerika selama masa jabatanku, ataupun bahkan sesudahnya,? kata Duterte seperti yang dikutip oleh NBC News. ?Akan menjadi hal yang bagus jika Kongres AS memulai penyelidikan mereka sendiri… terkait banyaknya warga sipil yang tewas dalam perang di Timur Tengah.?
Komentar Duterte ini dibuat tidak lama setelah anggota kongres James McGovern menolak kedatangan Duterte ke Gedung Putih. Penolakan tersebut didasarkan pada tewasnya ribuan orang tanpa proses peradilan sejak Duterte memulai perang melawan gembong narkoba di Filipina selama hampir satu tahun terakhir.
Wacana untuk mengundang Duterte ke Gedung Putih bermula dari beredarnya transkrip percakapan telepon Donald Trump yang dibuat pada bulan April. Dalam rekaman tersebut, Trump berencana mengundang Duterte ke Gedung Putih tanpa menyebut waktu persisnya. Trump dalam rekaman yang sama juga terdengar memuji sepak terjang Duterte dalam perang melawan narkoba.
AS dan Filipina selama ini dikenal memiliki hubungan yang dekat. Bahkan AS memiliki pangkalan militer di wilayah Filipina. Namun sejak Rodrigo Duterte naik menjadi presiden pada tahun lalu, Duterte berulang kali mencela AS yang dianggap mencoba mencampuri urusan dalam negeri Filipina.
