HarianBernas.com ? Masalah akut tengah menimpa sektor kesehatan Nigeria. Rumah-rumah sakit yang terletak di negara bagian Gombe mengalami kelangkaan persediaan darah. Dampaknya sungguh fatal karena tidak sedikit pasien yang dirawat di sana mengalami kematian akibat tidak menerima pasokan darah.
Linda menjadi salah seorang pasien yang bernasib malang tersebut. Semuanya bermula ketika Linda yang sudah hamil sembilan bulan dilarikan ke rumah sakit umum Kaltungo. Bayi laki-laki yang dikandungnya memang berhasil lahir dengan selamat. Namun Linda mengalami pendarahan dan akhirnya wafat karena pihak rumah sakit tidak memiliki stok darah yang dibutuhkan.
Peristiwa yang lebih ironis terjadi di rumah sakit kota Biliri. Saat itu seorang wanita tengah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut dan memerlukan pasokan darah. Namun pihak rumah sakit tidak bisa menyediakannya karena mereka kehabisan stok darah. Pihak rumah sakit lantas meminta kepada suami sang pasien agar mendonorkan darahnya.
Respon yang diberikan sang suami sungguh mengejutkan. Dengan alasan kalau kepercayaan yang dianutnya melarang dirinya mendonorkan darah, ia pun menolak membiarkan darahnya diambil untuk menolong sang istri.
Wanita itu pun akhirnya meninggal akibat kehabisan darah. Kendati sikap sang suami menjadi sumber kritikan utama, tragedi kematian sang wanita dianggap masih dapat dihindari seandainya ada stok darah yang tersedia.
Oluwatoyin Smith dari lembaga tranfusi darah nasional mengakui kalau Nigeria memang memiliki masalah yang sangat akut mengenai ketersediaan stok darah. Keengganan orang-orang untuk mendonorkan darah menjadi penyebab utamanya.
Menurut Smith, masih banyak orang Nigeria yang percaya bahwa mereka bakal mati jika darahnya diambil. Mereka juga curiga kalau darah yang mereka donorkan nantinya malah disalahgunakan untuk keperluan ritual.
Lembaga kesehatan WHO menyarankan agar ada 10 unit darah untuk setiap 1.000 populasi. Namun di Nigeria, rendahnya kesediaan orang untuk mendonorkan darahnya menyebabkan negara tersebut hanya memiliki 0,4 unit darah untuk setiap 1.000 populasi.
Faktor keterbatasan fasilitas menjadi alasan lain mengapa tidak semua rumah sakit Nigeria bisa memiliki stok darah yang memadai. James Madi dari Kementerian Kesehatan Gombe menjelaskan kalau wilayahnya kerap mengalami kasus pemadaman, sehingga lemari pendingin yang bisa difungsikan untuk menyimpan kantong darah jadi tidak bisa berfungsi secara optimal.
