HarianBernas.com ? Meksiko ribuan tahun silam dihuni oleh bangsa Aztek yang terkenal dengan ritual agamanya yang menakutkan. Bagaimana tidak menakutkan, mereka kerap melakukan ritual pengorbanan manusia karena adanya kepercayaan bahwa dewa yang mereka sembah perlu diberi makan jantung manusia.
Kepercayaan yang dipraktikkan oleh bangsa Aztek memang sudah tidak lagi ada di masa kini. Namun, dewasa ini muncul sekte agama baru di Meksiko yang sama-sama memiliki ritual pengorbanan manusia.
Sekte tersebut oleh media dan masyarakat setempat dikenal dengan sebutan La Santa Muerte (Santa Kematian). Sekte ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1980-an di Meksiko dan AS. Namun, belakangan popularitas sekte ini tengah meningkat di kalangan penjahat dan anggota kartel narkoba.
Santa Kematian sendiri digambarkan sebagai sosok ajaib berjubah hitam yang membawa sabit raksasa. Penganut sekte ini percaya kalau Santa Kematian bisa memberikan perlindungan kepada mereka yang hendak melakukan balas dendam atau mengirimkan narkoba tanpa terhalang oleh aparat keamanan.
Mantan detektif narkotik Robert Almonte memaparkan kalau semakin lama semakin banyak penjahat yang menjadikan Santa Kematian sebagai sosok yang dipujanya. Ketika aparat keamanan melakukan penggrebekan ke rumah-rumah tersangka narkoba, mereka kerap menemukan tempat pemujaan Santa Kematian di dalamnya.
Sekte ini juga diduga kuat memiliki pengorbanan manusia sebagai bagian dari ritual keagamaannya. Awal Juli ini, ada 28 tahanan yang tewas dibantai di penjara Las Cruces. Menurut media Reforma, pembantaian tersebut dilakukan di tengah-tengah berlangsungnya ritual Santa Kematian.
Pemuka Katolik setempat lantas mengkritik sekte ini sebagai aliran yang berbahaya. ?Dia (Santa Kematian) bukanlah santa. Tidak ada hal baik yang bakal didapat dari memuja dirinya,? kata John Wester selaku Uskup Agung Santa Fe pada bulan Februari lalu. ?Kita memiliki banyak santa yang mewakili ajaran Yesus Kristus. Yang satu ini adalah wujud penyimpangan.?
