HarianBernas.com ? Durian runtuh tengah menimpa para jurnalis Azerbaijan. Sebanyak 255 jurnalis di negara kaya minyak tersebut mendapat hadiah kamar apartemen dari pemerintah secara cuma-cuma. Hadiah tersebut diberikan sebagai bagian dari perayaan Hari Pers Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Juli lalu di Azerbaijan.
Hari Pers Nasional pertama kali dirayakan pada tahun 2010 untuk memperingati berdirinya Akinci, koran berbahasa Azerbaijan pertama yang berdiri di tahun 1875. Hadiah apartemen ini sendiri bukanlah yang pertama kalinya dilakukan oleh pemerintah Azerbaijan untuk menyongsong Hari Pers Nasional. Tahun 2013 silam, presiden Azerbaijan juga memberikan hadiah serupa.
?Para pejabat… tahu kalau kebebasan berpendapat dan media tidak akan membiarkan mereka memiliki kecacatan dalam pekerjannya. Itulah sebabnya (aku menganggap) jurnalis adalah penolongku,? kata Presiden Ilham Aliyev. ?Oleh karena itu, saya merasa senang terhadap kalian semua.?
Kalangan pers Azerbaijan sendiri memiliki opini yang terbelah terhadap pemberian apartemen ini. Petinggi media Musavat dan Haqqin menyampaikan rasa terima kasihnya atas hadiah yang diberikan oleh pemerintah kepada para wartawannya.
Namun wartawan Khadija Ismayil yang dikenal kritis terhadap pemerintah menganggap kalau hadiah ini tidak lebih sebagai upaya pemerintah untuk menyogok wartawan. Ia juga melontarkan pujian kepada para jurnalis yang menolak menerima hadiah apartemen dari pemerintah.
Azerbaijan sendiri selama ini memang dikenal memiliki reputasi yang negatif di bidang kebebasan pers. Lembaga internasional Reporters Without Border menempatkan Azerbaijan di peringkat 162 dari 180 negara. Semakin tinggi peringkatnya, semakin tinggi kebebasan yang dimiliki oleh media di negara tersebut.
