HarianBernas.com ? Nasib sial tengah menimpa seorang peternak di Couflens, Perancis barat daya. Ia harus kehilangan lebih dari 200 ekor dombanya akibat terperosok ke dalam jurang sedalam 200 meter. Domba-domba tersebut jatuh ke dalam jurang saat mencoba melarikan diri dari beruang cokelat yang mengejarnya.
Kejadian tersebut bermula ketika salah seekor domba yang ada dalam kawanan diserang oleh beruang. Melihat ada hewan buas yang hendak memangsanya, sebanyak 209 domba yang lain pun sontak ketakutan dan berlarian dalam kondisi panik. Namun bukannya selamat, domba-domba tadi malah jatuh ke dalam jurang yang terletak tidak jauh dari perbatasan Spanyol.
Keesokan harinya, sebanyak 169 ekor domba tadi sudah ditemukan desa Lladore yang ada di dasar jurang dalam kondisi sudah tak bernyawa. Sementara bangkai domba sisanya ditemukan di dalam wilayah Perancis. Potongan bulu beruang juga ditemukan pada salah satu jasad domba.
Peternak tadi bisa sedikit menarik nafas lega karena pemerintah Perancis menyatakan kesediaannya untuk membayar ganti rugi atas domba-domba yang mati. Namun konfederasi peternak Perancis tetap mengecam pemerintah Perancis atas peristiwa ini. Menurut mereka, peristiwa ini terjadi akibat kebijakan pemerintah Perancis yang mengintroduksi kembali beruang cokelat ke habitat liarnya.
Pemerintah Perancis memang memiliki proyek memulihkan populasi beruang cokelat liar di Pegunungan Pyrenees. Untuk keperluan tersebut, sejak tahun 1990-an pemerintah Perancis mengimpor beruang cokelat dari Slovenia sebelum kemudian melepaskannya ke alam liar Pyrenees. Diperkirakan sekarang ada sekitar 30 beruang cokelat liar yang menghuni kawasan tersebut.
Namun tindakan pemerintah Perancis tersebut ganti menuai kecaman dari peternak-peternak di perbatasan Spanyol dan Perancis. Selama setahun terakhir, mereka mengaku kehilangan domba-dombanya akibat diserang oleh beruang cokelat. Di Spanyol, penduduk setempat bahkan nekat menembak mati hewan predator tersebut.
