HarianBernas.com ? Kian berlarut-larutnya insiden terkait Masjid al-Aqsa menyebabkan Israel memutuskan untuk melakukan perubahan. Kabinet Israel pada hari Selasa (25/7/2017) mengumumkan kalau detektor metal yang dipasang di pintu masuk kompleks masjid akan dihilangkan dan diganti dengan metode pemeriksaan pintar.
Media Israel memberitakan kalau metode pengganti kamera tersebut nampaknya berupa pemasangan kamera pengawas. Menurut pantauan wartawan Reuters yang ada di Kota Tua Yerusalem, pemasangan jaringan kamera tersebut sudah dimulai. Sejumlah pekerja terlihat memasang tiang-tiang logam yang terhubung dengan kamera.
Krisis terkait Masjid al-Aqsa bermula ketika 2 anggota polisi Israel tewas akibat ditembak di Yerusalem. Otoritas Israel lantas menanggapinya dengan memperketat pengawasan dan memasang detektor metal di pintu masuk kompleks masjid. Tindakan Israel tersebut lantas menuai gelombang demonstrasi dari masyarakat Palestina.
Aksi tersebut nyatanya tetap tidak membuat Israel melunak. Justru pada hari tanggal 21 Juli lalu, mereka melarang kaum pria Palestina memasuki masjid untuk melakukan shalat berjamaah di sana. Bentrokan pun pecah antara demonstran Palestina dengan aparat yang dibantu oleh warga Israel.
Insiden ini juga turut menuai sorotan dari PBB dan lembaga-lembaga Muslim Arab. Hari Minggu (23/7/2017) lalu, petugas keamanan Israel menembak mati 2 warga Yordania yang berada di Kedubes Israel. Insiden ini lantas menimbulkan ketegangan diplomatik di antara kedua negara karena Israel bersikeras tidak mau menyerahkan pelaku penembakan kepada pihak keamanan Yordania.
