HarianBernas.com ? Enbo adalah nama dari klub sekolah bela diri yang berbasis di Provinsi Sichuan, Tiongkok barat daya. Klub tersebut belakangan menjadi sorotan menyusul beredarnya video dokumenter di internet yang menceritakan kalau Enbo merekrut 400 anak-anak yatim piatu serta keluarga miskin untuk dilatih menjadi atlet bela diri profesional.
Menurut video yang sama, Enbo pertama kali didirikan pada tahun 2001 oleh mantan anggota polisi. Sang pendiri Enbo menjelaskan dalam video tersebut, dirinya sengaja merekrut anak-anak dari golongan yang kurang mampu supaya mereka tidak terlantar dan terjerumus ke dunia kriminal.
Ia juga mengklaim kalau prosedur yang dilakukan oleh klubnya untuk mengadopsi dan melatih anak-anak tidak bertentangan dengan hukum. Sebagian dari para alumni klub bela diri tersebut diceritakan menjadi peserta kompetisi bela diri yang sukses atau bekerja sebagai tukang pukul profesional (bodyguard).
Xiao Long dan Xiao Wu adalah 2 dari 400 murid anggota klub bela diri ini. Kedua pemuda berusia 14 tahun tersebut mengaku direkrut oleh Enbo karena sama-sama kehilangan orang tuanya. Mereka juga menjelaskan kalau ambisi mereka di masa depan adalah memenangkan turnamen bela diri Ultimate Fighting Championship yang digelar di Las Vegas, AS.
Begitu video dokumenter tadi beredar di dunia maya, netizen Tiongkok memberikan tanggapan yang beragam. Sebagian menganggap kalau Enbo bisa menjadi solusi bagi anak-anak ini supaya tidak terlantar dan menjadi pengangguran. Sebagian lainnya bersikap sinis dan menuding Enbo memanfaatkan anak-anak ini untuk kepentingan mereka.
Polisi Sichuan dikabarkan juga sudah turun tangan untuk menyelidiki sekolah bela diri ini. Kepada Beijing Youth Daily, Zhu Guanghui yang bertindak sebagai pengawas klub menegaskan kalau pihaknya siap bersikap kooperatif dengan pihak kepolisian.
