HarianBernas.com ? Iran tidak mau ketinggalan untuk ikut meramaikan perlombaan teknologi di luar angkasa. Media-media yang berbasis di Iran pada hari Kamis (27/7/2017) memberitakan kalau negaranya baru saja meluncurkan roket ke luar angkasa. Roket dalam peluncuran tersebut diketahui bernama Simorgh yang dalam bahasa Persia berarti ?burung phoenix?.
Menurut laporan yang sama, peluncuran uji coba tersebut berjalan sukses. Namun tidak dijelaskan apa muatan yang diangkut oleh roket tersebut. Roket Simorgh sendiri diklaim memiliki jangkauan terbang sejauh 500 km dan bisa digunakan untuk mengangkut muatan seberat 250 kg ke luar angkasa.
Kabar peluncuran roket tersebut langsung menuai tanggapan dari AS. Menurut juru bicara Departemen Negara Heather Nauert, peluncuran roket tersebut melanggar resolusi PBB nomor 2231. Menurut resolusi yang dikeluarkan pada tahun 2015 tersebut, Iran tidak diperbolehkan melakukan uji coba roket yang berpotensi digunakan untuk mengangkut hulu ledak nuklir.
Sebelumnya, Scott Kripowicz dari lembaga pertahanan Pentagon memperingatkan kalau aktivitas peluncuran roket ke luar angkasa merupakan kedok untuk mengembangkan misil dengan jangkauan antar benua (ICBM).
?Perkembangan dalam program luar angkasa Iran bisa menjadi jalan pintas menuju ICBM, karena wahana untuk peluncuran luar angkasa menggunakan teknologi yang serupa, kecuali untuk muatannya,? kata Kripowicz saat mengisi konferensi di Israel.
Iran sendiri menyangkal kalau roket tersebut dimaksudkan untuk keperluan perang. Menurut laporan televisi Pemerintah Iran, roket Simorgh dimaksudkan untuk mengangkut satelit. Laporan yang sama juga menjelaskan kalau fasilitas tempat diluncurkannya roket ini merupakan fasilitas untuk meluncurkan dan memandu satelit.
