HarianBernas.com ? Hanya berselang beberapa bulan yang lalu, FARC diperlakukan layaknya kelompok terlarang oleh pemerintah Kolombia. Pasalnya selama lebih dari setengah abad, kelompok berhaluan sayap kiri tersebut melakukan pemberontakan dan terlibat dalam perdagangan narkoba.
Hubungan buruk antara kedua belah pihak akhirnya bisa diatasi menyusul dicapainya perjanjian damai pada tahun lalu. Sebagai imbalan atas pengampunan hukum yang diterima oleh sebagian besar anggotanya, FARC harus membiarkan persenjataannya dilucuti.
Namun berakhirnya pemberontakan FARC tidak lantas membuat kegiatan kelompok tersebut berhenti sampai di sini. Sekarang FARC berniat melanjutkan perjuangannya lewat jalur politik. Tanggal 1 September nanti, FARC secara resmi bakal meluncurkan partai politiknya.
?Mulai 1 September, kami akan meluncurkan gerakan politik baru kami,? kata sekretaris FARC Carlos Antonio Lozada. Ia menambahkan kalau dalam kurun waktu beberapa hari ke depan, FARC bakal menggelar sidang untuk menentukan nama partai politik barunya beserta orang-orang yang bakal dipercaya menempati parlemen nasional.
Berdasarkan perjanjian damai antara FARC dengan pemerintah, FARC bakal menerima 10 kursi otomatis di dalam parlemen hingga tahun 2026. Mayoritas anggota FARC juga tidak akan menerima hukuman penjara. Namun mereka diharuskan ikut serta dalam pekerjaan rekonstruksi pascaperang semisal membersihkan wilayah yang dipenuhi oleh ranjau darat.
FARC pertama kali terbentuk pada tahun 1964 menyusul timbulnya konflik antara massa golongan kiri dengan golongan politik kanan. Kelompok ini kerap melakukan penculikan ke desa-desa supaya penduduknya bisa dipaksa menjadi anggota FARC yang baru. Selain bermusuhan dengan pasukan pemerintah, FARC juga terlibat konflik dengan kelompok paramiliter berhaluan kanan.
Baca juga:
Pemerintah Kolombia Berencana Basmi Ribuan Hektar Tanaman Narkotik
