HarianBernas.com ? Dari pahlawan menjadi pesakitan. Mungkin itulah kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan Mahmoud Ahmadinejad. Hanya berselang kurang dari satu dasawarsa lalu, Ahmadinejad dianggap sebagai tokoh panutan di dalam dan luar Iran berkat kebijakannya yang memihak rakyat kecil dan sikap ketegasannya dalam meladeni tekanan Amerika Serikat.
Baca Peluncuran Roket Luar Angkasa Iran Dikecam AS karena Alasan Penting Ini
Namun, sekarang Ahmadinejad terancam menerima hukuman berat. Reuters memberitakan kalau mantan presiden Iran tersebut dinyatakan bersalah oleh badan pemeriksa keuangan atas tuduhan menyalahgunakan uang negara
Menurut Fayaz Shojaie dari badan pemeriksa keuangan, Ahmadinejad menyalahgunakan dana yang jumlahnya setara dengan 2 milyar dollar (26,6 trilyun rupiah). Selanjutnya parlemen Iran akan memutuskan apa tindak lanjut dari temuan ini karena badan pemeriksa keuangan berada di bawah naungan parlemen.
Ahmadinejad menjabat sebagai presiden Iran pada tahun 2005 hingga 2013. Ia memiliki popularitas tinggi di mata golongan menengah ke bawah Iran berkat gaya hidupnya yang sederhana dan komitmennya dalam menggunakan uang hasil penjualan minyak untuk kesejahteraan mereka.
Baca Untuk Pertama Kalinya, Maskapai Iran Bakal Dipimpin oleh Wanita
Namun, di masa jabatan keduanya, Ahmadinejad terlibat silang pendapat dengan pemimpin spritual tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Setelah absen dari pilpres Iran di tahun 2014 karena sudah menjabat selama dua periode, Ahmadinejad mengajukan diri untuk ikut serta dalam pilpres Iran tahun ini. Namun, pengajuan dirinya diblokir oleh Dewan Pengawas yang setengah anggotanya dilantik langsung oleh Khamenei.
