HarianBernas.com ? Pernah membayangkan kalau ada gunting yang menyangkut di perut kita? Kenyataannya hal tersebut benar-benar terjadi di Bosnia dan Herzegovina. Alen Papac adalah nama dari pria dengan nasib yang kurang beruntung tersebut. Selama 9 tahun, Papac harus hidup dengan dua buah gunting yang tersangkut di dalam perutnya.
Semuanya berawal ketika Papac menjalani operasi perut di rumah sakit kota Mostar pada tahun 2003. Namun dokter yang mengoperasinya lupa mengangkat gunting bedah yang tertinggal di perut Papac.
Sembilan tahun berlalu, Papac mengaku kalau perutnya terasa sakit setiap kali disentuh. Namun hasil pemindaian memakai ultrasound pada awalnya gagal menemukan keberadaan gunting di perut Papac karena gunting tersebut tidak muncul dalam hasil pemindaian.
Papac pun mencoba bertahan dengan rasa sakitnya tersebut hingga akhirnya pada tahun 2012, ia memeriksakan diri ke dokter karena sedang menderita batuk. Dokter lalu melakukan pemotretan memakai sinar X pada tubuh Papac. Pada saat itulah, gunting bedah yang selama ini tersembunyi di tubuh Papac berhasil ditemukan.
?Guntingnya memiliki panjang 12 cm. Itu pastinya gunting yang digunakan dalam pembedahan untuk menghentikan pendarahan… (Gunting-gunting) itu mendorong paru-paru ke atas pada satu sisi dan itulah yang menyebabkan batuk parah padaku,? kata Papac seperti yang dilansir oleh Balkan Insight.
Papac pun kemudian menjalani operasi untuk mengeluarkan gunting-gunting tersebut. Namun nasi sudah menjadi bubur. Gunting bedah yang tertinggal pada tubuhnya memberikan dampak jangka panjang yang serius pada tubuhnya. Usia harapan hidupnya kini bahkan diprediksi sudah menurun hingga 25 persen.
Papac lantas membawa masalah ini ke meja hijau. Hakim yang menangani masalah ini kemudian menyatakan kalau pihak rumah sakit terbukti lalai dan harus membayar biaya ganti rugi senilai 151 juta rupiah kepada Papac.
