HarianBernas.com ? Perhelatan sepak bola kembali menuai korban jiwa. Kali ini lokasinya mengambil tempat di Senegal. Setidaknya, 8 orang tewas dan sekitar 49 orang lainnya mengalami luka-luka setelah tembok stadion roboh dan menimpa para suporter di dalam stadion.
Stadion yang menjadi saksi bisu kejadian naas ini adalah Stadion Demba Diop yang terletak di ibukota Dakar. Tragedi ini sendiri terjadi seusai dilangsungkannya pertandingan final Piala Liga antara Stade de Mbour melawan Union Sportive Ouakam.
Setelah berjalan selama 90 menit, pertandingan berakhir sama kuat dengan kedudukan 1-1. Babak perpanjangan waktu pun digelar untuk menentukan pemenang pertandingan. Mbour berhasil mencetak satu gol tambahan di babak tersebut sehingga mereka pun keluar sebagai pemenang.
Namun, kemenangan Mbour tersebut ternyata tidak bisa diterima oleh suporter lawan. Kerusuhan dan saling lempar batu pun terjadi antara kedua kelompok suporter di tribun. Polisi lantas melepaskan gas air mata untuk membubarkan paksa massa yang terlibat bentrokan.
Para suporter lantas berlarian menghindari semprotan gas air mata tersebut. Sebagian di antara mereka memanjat paksa dinding pembatas antar stadion yang memang berukuran cukup rendah. Namun tembok tersebut justru ambruk dan menimpa orang-orang di bawahnya. Selain akibat tembok runtuh, sejumlah suporter juga mengalami cedera akibat terinjak-injak oleh kerumunan massa yang panik.
Insiden ini lantas turut menyita perhatian pemerintah Senegal. Presiden Macky Sall mengucapkan rasa duka cita kepada para korban sambil mengumumkan kalau hukuman akan dijatuhkan supaya bisa menjadi peringatan bagi yang lainnya. Ia juga memerintahkan agar aksi kampanye yang seharusnya digelar pada hari Minggu (16/7/2017) tidak dilaksanakan untuk menghormati para korban tewas.
