HarianBernas.com ? Jika mendengar kata radiasi, orang biasanya akan langsung merasa khawatir. Itu wajar saja. Jika seseorang terkena radiasi dalam jumlah yang besar, orang tersebut bisa menderita beragam gangguan kesehatan seperti kanker, bahkan kemandulan.
Di Rusia, benda yang selama ini menjadi objek wisata khalayak umum ternyata mengandung kadar radiasi tinggi. Benda tersebut adalah meriam antipesawat peninggalan Perang Dunia II yang dipajang di taman kota Arkhangelsk. Selama empat tahun terakhir, meriam tersebut bahkan kerap dinaiki oleh anak-anak.
Namun pemandangan tersebut tidak lagi berlanjut menyusul penemuan mencengangkan yang didapat oleh Dmitry Surin. Awalnya ia hanya sekedar ingin menguji alat detektor radiasi yang dimilikinya dengan cara mendekatkan alat tersebut ke meriam tadi.
Ketika Surin melihat angka yang muncul di detektor, ia langsung merasa kaget bukan kepalang. Pasalnya angka yang muncul menunjukkan kalau meriam tadi memiliki angka radiasi 150 kali lebih tinggi di atas ambang batas yang diperbolehkan.
Surin pun langsung menghubungi Kementerian Darurat untuk memberitahukan hasil penemuannya tersebut. Hanya dalam waktu setengah jam, para petugas datang ke lokasi dan memasang pita penghalang di sekeliling meriam. Meriam yang sama kemudian dibawa pergi pada malam harinya.
Dmitry menduga radiasi yang terpancar dari meriam tersebut berasal dari komponen penyusun meriam yang kebetulan mengandung zat radioaktif. Secara terpisah, walikota Arkhangelsk menjelaskan kalau meriam hasil pemberian Kementerian Pertahanan tersebut sudah menjalani pemeriksaan sebelum dipajang di tengah-tengah taman kota.
Di media sosial, netizen Rusia beramai-ramai menyatakan kekecewaannya atas peristiwa ini. Salah satu netizen yang bernama Pavel Zyukov mengaku sama sekali tidak menyangka kalau meriam tersebut ternyata memancarkan radiasi. Pasalnya selama bertahun-tahun, ia kerap menyambangi meriam tersebut.
