HarianBernas.com ? Siapa bilang negara Afrika tidak bisa menciptakan teknologi yang canggih? BBC memberitakan kalau Ghana baru-baru ini meluncurkan satelitnya sendiri. Satelit ini diberi nama GhanaSat-1 dan dibuat oleh sekelompok mahasiswa dari All Nation University di kota Koforidua.
Suasana yang dipenuhi kegembiraan nampak jelas dalam acara peluncuran satelit yang dihadiri oleh 400 orang ini. Peluncuran yang dilakukan dari landasan International Space Center itu sendiri berjalan lancar. Tidak lama seusai diluncurkan, para ilmuwan berhasil menerima sinyal pertama yang dipancarkan oleh GhanaSat-1 dari luar angkasa.
Pembangunan satelit ini dikabarkan memakan waktu dua tahun dan menelan biaya 50 ribu dollar (665 juta rupiah). Lembaga antariksa JAXA yang berasal dari Jepang juga terlibat dalam proyek satelit ini.
Richard Damoah selaku koordinator proyek ini menjelaskan kalau peluncuran GhanaSat-1 ke luar angkasa bakal menjadi awal baru bagi negaranya. Damoah lantas menjelaskan fungsi dan manfaat dari keberadaan satelit ini.
?(GhanaSat-1) membantu kami untuk melatih generasi mendatang mengenai cara menerapkan satelit terhadap beragam kegiatan di wilayah kami. Sebagai contoh, (memantau) penambangan ilegal adalah satu dari sekian banyak hal yang ingin kami kerjakan,? terang Damoah.
Ghana adalah negara yang terletak di Afrika Barat. Negara beribukota Accra ini berbatasan langsung dengan Samudera Atlantik di sebelah selatan. Penambangan sendiri merupakan salah satu sektor terpenting bagi perekonomian Ghana karena negara ini kaya akan barang-barang tambang bernilai tinggi seperti emas dan minyak mentah.
