HarianBernas.com ? Kebijakan kontroversial hendak diambil oleh Polisi Federal Brazil. Badan keamanan negara tersebut mengumumkan kalau pihaknya berniat menutup satuan khususnya yang dibentuk khusus untuk menangani kasus-kasus korupsi.
Polisi Federal beralasan kalau wacana ini bakal membantu meningkatkan efisiensi aparat dalam memerangi korupsi dan pencucian uang. Namun rencana tersebut dikritik oleh anggota satuan ini yang menyebut rencana kebijakan tersebut sebagai ?kemunduran yang jelas?.
Satuan antikorupsi Brazil pertama kali dibentuk pada tahun 2014 dan menjadikan kota Curitiba di Brazil selatan sebagai markas operasinya. Kendati berstatus sebagai bagian dari badan kepolisian Brazil, satuan ini memiliki kemandirian yang cukup luas.
Salah satu kasus terbesar yang ditangani oleh satuan ini adalah skandal terkait perusahaan minyak negara Petrobras. Akibat skandal ini, setidaknya 280 orang harus mendekam di balik jeruji besi dan Presiden Dilma Rouseff lengser dari jabatannya pada tahun lalu.
Posisi presiden Brazil kemudian ditempati oleh Michael Temer. Namun Temer sendiri sekarang juga tengah terjerat skandal menyusul beredarnya rekaman suara yang mengesankan kalau Temer memberikan uang sogokan kepada orang yang terjerat skandal Petrobras supaya tutup mulut.
Rencana pembubaran satuan ini diperkirakan juga merupakan manuver politik dari Temer untuk menarik simpati para anggota parlemen. Namun Temer melalui juru bicara kepresidenan membantah kalau dirinya ikut campur dalam penentuan kebijakan Polisi Federal.
