HarianBernas.com ? Jika membahas hubungan Jepang dan Korea Selatan dari aspek sejarah, maka hubungan antara keduanya bisa digambarkan seperti air dan minyak. Kurang harmonis dan dipenuhi sentimen negatif. Situasi yang tercipta karena selama hampir setengah abad, Negeri Ginseng tersebut pernah menjadi objek penjajahan Jepang.
Saat menjajah Korea beserta daerah lainnya, Jepang merekrut wanita-wanita lokal untuk dijadikan pemuas nafsu seks para tentaranya. Dalam bahasa Jepang, para wanita tersebut dikenal dengan istilah jugun ianfu (wanita penghibur). Jumlah jugun ianfu di masa penjajahan Jepang diperkirakan mencapai 200 ribu, di mana mayoritasnya berasal dari Korea dan Tiongkok.
Pemerintah Korsel pun menempuh caranya sendiri untuk memastikan agar informasi mengenai jugun ianfu tidak dilupakan oleh generasi muda. Chung Hyun-Back selaku Menteri Kesetaraan Gender Korsel mengumumkan kalau pihaknya berniat membangun museum untuk mengenang dan mendokumentasikan jugun ianfu.
Museum tersebut rencananya bakal didirikan di ibukota Seoul. Namun Chung tidak menjelaskan apa saja isi museum tersebut kelak dan kapan museum tersebut mulai dibuka untuk umum.
Ada 38 wanita mantan jugun ianfu Korsel yang masih hidup hingga sekarang. Belum diketahui reaksi pemerintah Jepang atas wacana pembangunan museum ini. Namun jika sudah didirikan, museum yang bersangkutan diperkirakan bakal kembali memanaskan hubungan bilateral di antara kedua negara.
