HarianBernas.com ? Sudah sekian bulan berlalu sejak demonstrasi di Venezuela pertama kali meletus. Bentrokan antara aparat dengan demonstran menjadi pemandangan yang kian lumrah terjadi. Tidak jarang bentrokan tersebut berakhir fatal dan menimbulkan korban jiwa. Pasalnya kedua belah pihak sama-sama menggunakan senjata dan peralatan yang bisa menimbulkan cedera serius pada lawannya.
Tameng alias perisai menjadi salah satu perlengkapan yang digunakan dalam bentrokan di jalanan kota-kota Venezuela. Bukan cuma aparat yang dilengkapi dengan tameng. Kubu demonstran pun juga melengkapi diri mereka dengan tameng. Dengan bermodalkan bahan-bahan yang mudah didapat semisal parabola, mereka menciptakan tameng untuk melindungi tubuh mereka saat terlibat bentrokan dengan aparat negara.
Tameng yang mereka buat bukan hanya berfungsi sebagai alat perlindungan. Tetapi juga sebagai sarana untuk menyuarakan aspirasi mereka. Foto-foto yang diambil oleh Reuters menunjukkan tameng-tameng dengan beragam pesan seperti ?SOS?, ?Repetame Defiendme? (Hargai Aku, Lindungi Aku), hingga ?Miraflores en Llamas? (Miraflores Terbakar).
Manuel Melo adalah salah satu demonstran yang menggunakan tameng saat beraksi. Dengan menggunakan tameng biru yang terbuat dari bahan-bahan yang mudah didapat semisal parabola, ia dengan berani menempatkan dirinya di garis depan untuk melindungi rekan-rekannya. Namun kelanjutan dari perjuangannya tidak begitu menggembirakan. Ia tersungkur dan kehilangan salah satu ginjalnya setelah terkena semprotan air dari mobil aparat.
Namun Melo mengaku tidak kapok dan tidak menyesali tindakannya tersebut. ?Adalah hal yang penting untuk menjadi pembawa tameng karena anda jadi tahu apa saja yang mereka (aparat) lemparkan padamu. Saya ada di sana bukan karena saya suka, tapi demi kebaikan bersama?, pungkasnya.
