HarianBernas.com ? Perjalanan karir Michu mungkin bisa digambarkan bak kembang api di langit. Ketika menyala, cahayanya bisa terlihat hingga kejauhan. Namun hanya sampai di sanalah pesona kembang api karena kembang api hanya bisa memancarkan cahayanya dalam waktu yang sangat singkat. Cepat menarik perhatian, cepat pula dilupakan.
Awal pekan ini, pemain Real Oviedo tersebut menyatakan kalau dirinya pensiun sebagai pemain sepak bola profesional. Cedera panjang yang tengah menimpanya menjadi alasan mengapa Michu terpaksa mengambil keputusan tersebut.
Keputusan tersebut sungguh disayangkan mengingat Michu masih berusia 31 tahun dan seharusnya masih bisa bermain hingga beberapa tahun lagi. Apalagi hanya berselang beberapa tahun sebelumnya, pemain berkebangsaan Spanyol ini sempat menjadi buruan klub-klub top Eropa.
Michu mulai menarik perhatian khalayak sepak bola dunia ketika ia masih bermain untuk klub Spanyol Rayo Vallecano di musim 2011/12. Saat itu ia berhasil mencetak 15 gol kendati musim tersebut adalah musim perdananya di kasta teratas Liga Spanyol.
Swansea pun langsung terpikat akan bakatnya dan kemudian memboyongnya ke Liga Premier Inggris pada tahun 2012. Di klub asal Wales itulah, nama Michu semakin berkibat. Dengan gol-gol yang dicetaknya, ia sukses membawa Swansea bertahan di Liga Premier dan memenangkan trofi Piala Liga di musim yang sama.
Musim kedua Michu sayangnya tidak berjalan mulus setelah cedera menghinggapinya. Ketika ia berhasil sembuh dari cederanya, Michu gagal menemukan kembali performa terbaiknya. Ia pun kemudian sempat melalanglang ke klub-klub lain seperti Napoli, Langreo, hingga Real Oviedo.
Hantu cedera sayangnya masih enggan meninggalkan Michu. Musim panas ini ia kembali tumbang akibat cedera dan tidak bisa mengikuti sesi latihan pramusim. Keputusan berat pun akhirnya diambil oleh Michu. Ia mengumumkan gantung sepatu dan melanjutkan karirnya di bidang sepak bola sebagai bagian dari staf kepelatihan.
