HarianBernas.com ? Perang yang tengah mencabik Yaman kembali meminta korban jiwa dari kalangan warga sipil. PBB seperti yang dikutip oleh Al Jazeera melaporkan kalau setidaknya 20 warga sipil di kota Yaman barat daya tewas akibat serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi. Peristiwa tersebut mengambil tempat di kota Taiz pada hari Rabu (19/7/2017) waktu setempat.
Menurut laporan saksi mata, serangan udara tersebut nampaknya mengincar suatu lokasi yang ada di bagian barat kota Taiz. Para korban tewas tengah berada di rumahnya ketika serangan tersebut terjadi. Sebagian besar di antara mereka diperkirakan berasal dari keluarga yang sama.
Pemerintah Yaman yang didukung oleh pasukan koalisi membenarkan kalau ada 20 warga sipil yang menjadi korban tewas dalam serangan udara pasukan koalisi. Namun tidak ada penjelasan lebih jauh mengenai bagaimana dan mengapa korban tewas bisa timbul.
UNHCR selaku lembaga PBB yang menangani masalah pengungsi menyatakan kalau pihaknya merasa begitu terpukul dan berduka atas timbulnya korban tewas dan tuna wisma akibat serangan udara ini. Kelompok Houthi bersikap lebih keras dengan menyatakan insiden tersebut sebagai ?kejahatan yang sungguh dahsyat?.
Sejak tahun 2014, Yaman terbelah dalam perang saudara antara pemerintah Yaman pimpinan Abd-Rabbu Mansour Hadi melawan aliansi pemberontak Houthi dan mantan presiden Ali Abdullah Saleh. Sejak bulan Maret 2015, Arab Saudi beserta negara-negara Arab ikut terlibat secara langsung dengan cara melakukan serangan udara ke arah kubu pemberontak.
Selama dua tahun terakhir, lebih dari 10 ribu warga Yaman tewas dalam perang ini. Sementara jutaan lainnya yang masih hidup terpaksa mengungsi dan mengandalkan bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup. Menurut PBB, sebanyak hampir 10 juta anak-anak Yaman membutuhkan bantuan pangan yang sangat mendesak.
