HarianBernas.com ? Bukan cuma Indonesia yang tengah disibukkan dengan wacana pencekalan aplikasi pengirim pesan. Tiongkok yang selama ini dikenal dengan kebijakan sensornya yang ketat kini menargetkan aplikasi WhatsApp sebagai target berikutnya untuk dicekal.
Menurut pengakuan staf media The Guardian yang tengah berada di ibukota Beijing, pesan-pesan dalam format foto, video, beserta suara mendadak tidak bisa dirikimkan pada hari Rabu (19/7/2017). Namun pesan berformat tulisan masih bisa dikirimkan tanpa gangguan.
WhatsApp bukanlah aplikasi pengirim pesan yang paling populer di Tiongkok. Aplikasi pengirim pesan yang paling banyak digunakan di Negeri Tirai Bambu tersebut adalah aplikasi WeChat buatan pengembang Tiongkok. Namun belakangan, kian banyak warga Tiongkok yang beralih ke WhatsApp karena mereka merasa privasi mereka di WeChat kurang terjamin.
Tidak seperti WhatsApp yang menggunakan enkripsi dalam jalur pengiriman pesannya, sistem demikian tidak digunakan oleh WeChat sehingga pemerintah Tiongkok bisa memonitor percakapan antara sesama pengguna WeChat. Menurut laporan dari kelompok yang berbasis di Universitas Toronto, otoritas Tiongkok bisa membaca dan mencekal pesan yang disirkulasikan antar sesama pengguna WeChat.
Tidak dijelaskan apa alasan pemerintah Tiongkok melakukan pemblokiran kepada WhatsApp. WhatsApp sendiri bukanlah aplikasi pertama yang menerima perlakuan ini. Sebelum ini pemerintah Tiongkok juga memblokir aplikasi Telegram karena aplikasi tersebut kian sering digunakan oleh pengacara-pengacara Tiongkok yang bergerak di bidang HAM.
Sebagai negara yang sektor teknologinya tengah berkembang pesat, Tiongkok memiliki kebijakan sensor internet yang amat ketat. Situs-situs media sosial dengan jangkauan internasional seperti Facebook, Google, hingga Instagram. Sebagai gantinya, pihak pengembang Tiongkok menyediakan situs media sosial Weibo yang arus informasinya diawasi secara berkala oleh otoritas Tiongkok.
