HarianBernas.com ? Hanya karena seekor hewan adalah hewan laut, bukan berarti fosilnya pasti hanya bakal ditemukan di pesisir atau di dalam laut. Kasus serupa juga berlaku untuk fosil yang satu ini. Di kawasan lembah yang terletak di negara bagian California dan berlokasi jauh dari laut, tim ilmuwan menemukan fosil ubur-ubur berusia 540 juta tahun.
Ada setidaknya 13 jejak fosil ubur-ubur yang ditemukan di batuan yang terletak di lokasi yang terletak di California tenggara tersebut. Ukuran mereka bervariasi mulai dari yang diameternya hanya 3 cm hingga yang sebesar 21 cm. Dalam salah satu spesimen, bagian-bagian tubuh ubur-ubur pemiliknya bahkan masih dapat dilihat.
Ditemukannya fosil ubur-ubur di lokasi yang jauh dari laut bisa terjadi karena lokasi yang sama diperkirakan masih berupa pantai ratusan juta tahun yang lalu. Ketika ada beberapa ekor ubur-ubur yang terbawa arus dan terdampar di pantai, bangkainya tercetak di batuan dan kemudian terkubur.
Lokasi bangkai ubur-ubur tadi kemudian secara berangsur-angsur tidak lagi menjadi pantai akibat pergerakan kulit bumi. Periode di mana ubur-ubur ini masih hidup dikenal dengan sebutan periode Kambria. Mayoritas fosil ubur-ubur purba yang teridentifikasi manusia berasal dari periode ini karena hewan darat yang memakan bangkai ubur-ubur masih belum sebanyak sekarang.
Menurut Aaron Sappenfield yang ikut terlibat dalam penelitian ini, hewan lunak jarang meninggalkan jejak fosil karena bagian tubuhnya akan hancur akibat terurai. Namun terciptanya kondisi-kondisi lingkungan tertentu memungkinkan hewan purba lunak untuk meninggalkan jejak fosil yang bisa dilihat pada masa kini. Hasil studi Sappenfield dan rekan-rekannya ini dapat dibaca di majalah jurnal Geological Magazine edisi bulan Juli.
