HarianBernas.com ? Krisis yang membelit Venezuela turut menyita perhatian AS. Presiden Donald Trump memperingatkan kalau negaranya bakal mempertimbangkan opsi militer jika kondisi Venezuela tidak kunjung membaik.
?Rakyat (Venezuela) menderita dan sekarat. Kami punya banyak pilihan untuk Venezuela, termasuk jalur militer jika memang diperlukan,? kata Trump seperti yang dikutip oleh Al Jazeera.
Juru bicara Gedung Putih kemudian menambahkan kalau Presiden Venezuela Nicolas Maduro sempat mencoba menghubungi Trump lewat telepon pada hari Jumat (11/8/2017). Namun Trump menolak untuk menjawab dan mengisyaratkan kalau dirinya baru bersedia melakukan komunikasi dengan pemerintah Venezuela jika demokrasi di negara tersebut sudah dipulihkan.
Venezuela sudah dilanda gelombang demonstrasi selama beberapa bulan terakhir. Namun selama beberapa hari terakhir, perkembangan situasi yang terjadi di Venezuela menjadi semakin mengkhawatirkan. Akhir pekan lalu, muncul pemberontakan oleh sejumlah anggota militer Venezuela.
Ancaman perang yang diutarakan Trump tersebut langsung dikecam oleh pihak Venezuela. Menteri Pertahanan Vladimir Padrino menyebut kalau rencana AS mengirimkan pasukan ke Venezuala sebagai tindakan yang gila dan hanya menunjukkan sifat imperialis AS.
Kritikan juga muncul dari dalam AS sendiri. Menurut senator Ben Sasse dari Nebraska, Kongres tidak akan memberi izin jika Trump memang benar-benar memerintahkan invasi militer ke Venezuela. ?Nicolas Maduro memang merupakan sosok yang buruk. Namun Kongres tidak akan membiarkan darah orang-orang Nebraska tertumpah hanya untuk mengikuti Perintah Eksekutif,? tegas Sasse.
