Bernas.id ? Seorang pemuda Tiongkok kehilangan nyawanya saat ia sedang berada di pusat rehabilitasi kecanduan internet. Kasus tewasnya pemuda tersebut menuai kecurigaan karena ia tewas hanya dalam kurun waktu 48 jam setelah pertama kali diterima di pusat rehabilitasi tersebut.
Pemuda malang tersebut diketahui bernama Li Ao dan berusia 18 tahun. Selama ini kedua orang tua Li mengaku bingung mencari cara untuk menyembuhkan kecanduan internet yang tengah menimpa anaknya. Mereka sudah mencoba beragam cara seperti memperlihatkan bisnis mereka kepada Li dan mengajak Li berjalan-jalan di seantero Tiongkok.
Namun semua cara tersebut gagal menyembuhkan kecanduan internet yang menimpa Li. Pemuda tersebut tetap lebih suka menghabiskan waktunya setiap hari selama berjam-jam di dunia maya. Kedua orang tua Li pun kemudian memasukkan anaknya ke sebuah pusat rehabilitasi di dekat kota Hefei, Tiongkok timur.
Li awalnya direncanakan bakal berada di sana selama 180 hari. Namun kabar mengejutkan langsung muncul di hari kedua. Orang tua Li menerima kabar kalau anaknya saat itu sedang berada di ruang darurat. Ketika mereka melihat jenazah Li, mereka menjelaskan kalau tubuh anaknya tersebut terlihat penuh dengan luka.
Para instruktur dan anggota tim manajemen pusat rehabilitasi tadi sudah ditahan oleh polisi untuk diselidiki. Sementara 20 orang lainnya yang juga menempati pusat rehabilitasi tersebut sudah dijemput kembali oleh orang tuanya masing-masing. Dugaan awal menunjukkan kalau Li tewas akibat mengalami penganiayaan.
Kasus kecanduan internet dan game online menjadi masalah sosial yang kian meluas selama beberapa tahun terakhir di Tiongkok. Sejumlah pusat rehabilitasi kecanduan pun bermunculan untuk membantu mengatasi masalah tersebut. Sebagian di antara pusat kecanduan tersebut diketahui menggunakan sistem disiplin yang keras layaknya sekolah militer.
