Bernas.id ? Seorang narapidana yang sudah selesai menjalani masa hukumannya acap kali merasa kebingungan saat sudah menghirup udara bebas. Pasalnya karena reputasinya sudah terlanjut tercemar, banyak pemilik usaha yang menolak untuk memperkerjakan mantan narapidana.
Sebuah ide pun diajukan oleh Menteri Dalam Negeri Belarusia untuk mengatasi masalah tersebut. Ia berencana merekrut para mantan narapidana dan memperkerjakan mereka untuk menggarap lahan pertanian milik negara.
?Memiliki pekerjaan akan mengurangi resiko mereka kembali melakukan pelanggaran hukum, dan membantu mereka kembali membaur dengan masyarakat, membuat keluarga, membesarkan anak,? kata Menteri Dalam Negeri Ihar Shunievich.
Hal tersebut dikatakan oleh Shunievich usai melakukan kunjungan ke kompleks ladang Khutor-Agro di Belarusia selatan. Rencananya Khutor-Agro juga bakal menjadi lokasi pertama di mana para bekas napi tersebut diperkerjakan. Jika terbukti berhasil, ide serupa bakal diterapkan di wilayah Belarusia lainnya.
Namun wacana tersebut ternyata ditanggapi secara negatif oleh rakyat Belarusia di dunia maya. Wartawan Andrzej Poczobut lewat akun Facebook miliknya bahkan menulis kalau Belarusia berusaha menghidupkan kembali program lahan kolektif di masa Uni Soviet yang memaksa seseorang terikat pada lahan tempatnya bekerja.
Netizen lain sambil berkelakar menulis kalau direkrutnya para mantan napi untuk mengerjakan lahan pertanian akan mendongrak angka penjualan miras dan suku cadang traktor di wilayah setempat. Netizen lain curiga kalau para mantan narapidana ini nantinya juga akan diberdayakan untuk membubarkan paksa aksi protes oleh kubu oposisi.
