HarianBernas.com ? Vanuatu merupakan negara kepulauan yang terletak di sebelah timur Australia. Di salah satu pulaunya yang bernama Tanna, terdapat kelompok masyarakat yang dikenal dengan julukan Kultus Kargo. Julukan itu sendiri muncul karena kelompok masyarakat tersebut menganut aliran kepercayaan yang sungguh tidak lazim.
Baca Veteran Perang Dunia II Menangis Saat Menonton Film Dunkirk
Setiap tahunnya pada bulan Februari, anggota kultus kargo akan melakukan ritual untuk menghormati roh tentara Amerika Serikat yang bernama John Frum. Nama itu sendiri diperkirakan bukanlah nama asli sang tentara karena nama tersebut dispekulasikan sebagai cara sang tentara saat memperkenalkan diri: Halo, saya John dari Amerika (Hi, I?m John from America).
Asal-muasal kultus kargo bisa ditelusuri sejak Perang Dunia Kedua. Saat itu, ada sekitar 300 ribu tentara AS yang tinggal di kepulauan ini untuk bersiap menghadapi invasi pasukan Jepang. Selama mereka bermukim di Vanuatu, penduduk pribumi melihat langsung benda-benda yang asing bagi mereka semisal pesawat terbang, makanan modern, hingga televisi.
Ketika Perang Dunia Kedua berakhir, militer AS pun ditarik mundur dari kepulauan tersebut. Salah satu tentara yang bernama John sempat berjanji kepada penduduk setempat bahwa dirinya akan kembali sambil membawa barang-barang modern jika mereka berdoa kepada dirinya.
Baca Trailer Terbaru Marvel?s The Defenders Tawarkan Darah dan Perang
Entah John serius atau sekedar bercanda mengenai perkataannya tersebut, penduduk setempat ternyata mematuhi perkataan John. Mereka merayakan tanggal 15 Februari sebagai Hari John Frum. Mereka juga memiliki kebiasaan menaikkan bendera AS setiap pekan melalui semacam prosesi yang serupa dengan pengibaran bendera dalam upacara resmi.
?John berjanji kalau dia bakal membawa kargo berisi barang-barang dari Amerika jika kami berdoa kepadanya. Radio, TV, truk, jam tangan, peti es, obat, Coca-Cola, dan aneka benda menakjubkan lainnya,? kata salah seorang penduduk desa seperti yang dilansir oleh Daily Mail.
