HarianBernas.com ? Awan mendung belakangan kian sering menghantui kubu oposisi Venezuela. Hari Minggu (30/7/2017) lalu, Dewan Konstituen Venezuela resmi dipilih melalui referendum nasional. Dengan adanya dewan tersebut, maka undang-undang dasar Venezuela bisa ditulis ulang dan parlemen Venezuela yang sekarang didominasi oleh kubu oposisi bisa dibubarkan.
Baca: Korban Tewas Akibat Bentrokan di Venezuela Capai 102 Jiwa
Namun kabar buruk bagi pihak oposisi belum sampai di sana. Hanya dua hari pasca digelarnya referendum untuk memilih anggota Dewan Konstituen, beredar kabar bahwa aparat Venezuela menangkap dua tokoh oposisi yang selama ini dikenal kritis terhadap pemerintahan Nicolas Maduro.
Kedua orang yang ditangkap tersebut adalah Leopoldo Lopez dan Antonio Ledezma. Menurut Mahkamah Agung Venezuela, keduanya ditangkap karena berencana melarikan diri keluar negeri dan melanggar masa tahanan rumah yang sedang mereka jalani. Kubu oposisi di lain pihak menuduh peristiwa ini sebagai upaya untuk membungkam suara kontra terhadap pemerintah Venezuela.
Menurut pengacara dan keluarga, Lopez serta Ledesma bakal ditahan di penjara militer Ramo Verde yang berjarak satu jam perjalanan dari ibukota Caracas. Lopez sendiri diketahui sudah menduga kalau dirinya bakal ditangkap oleh aparat Venezuela. Sebelum polisi mendatangi rumahnya, ia bersama istrinya membuat rekaman video untuk meminta kepada rakyat Venezuela supaya terus berjuang.
Sebelum referendum digelar, Presiden Maduro menjelaskan kalau pembentukan Dewan Konstituen bakal membawa perdamaian bagi Venezuela. Namun pihak oposisi menuding kalau pembentukan dewan ini adalah upaya dari pemerintah untuk menciptakan kediktatoran. Kritikan juga datang dari negara-negara lain seperti Amerika Serikat dan Kolombia.
Baca: Pakai Lagu Despacito dalam Acara Politik, Presiden Venezuela Dikecam
