HarianBernas.com ? Kondisi internal Venezuela terus menunjukkan perkembangan yang semakin tidak menentu. Pada hari Minggu (6/8/2017) waktu setempat, militer Venezuela mengumumkan kalau pihaknya berhasil menggagalkan pemberontakan yang dilakukan oleh sesama anggota militer Venezuela.
Pemberontakan tersebut dilaporkan terjadi di sebuah markas militer di dekat kota Valencia, Venezuela utara. Militer Venezuela melalui Admiral Remigio Ceballos juga menjelaskan kalau mereka sudah melakukan penahanan kepada 7 orang yang mencoba mencuri senjata di markas tersebut.
Pengumuman ini muncul tidak lama sesudah beredarnya video yang menampilkan sejumlah pria berseragam militer Venezuela. Dalam video tersebut, orang-orang yang muncul di dalam video mengumumkan dimulainya pemberontakan militer di negara bagian Carabobo. Mereka juga mengklaim kalau pemberontakan ini bukanlah kudeta, melainkan upaya untuk menyelamatkan Venezuela dari kehancuran.
Terjadinya pemberontakan tersebut menambah panjang daftar aksi pembangkangan terhadap pemerintah yang terjadi di Venezuela. Selama beberapa bulan terakhir, Venezuela dilanda aksi demonstrasi dan bentrokan yang menewaskan lebih dari 100 orang. Gelombang demonstrasi itu sendiri muncul akibat memburuknya kondisi perekonomian Venezuela.
Pemerintah Venezuela sendiri beberapa hari yang lalu baru saja meresmikan pendirian Dewan Konstituen untuk merancang undang-undang dasar Venezuela yang baru. Presiden Nicolas Maduro menyatakan kalau pendirian dewan ini diperlukan sebagai cara untuk memulihkan kembali Venezuela.
Namun kubu oposisi menentang keberadaan Dewan Konstituen karena dewan tersebut juga memiliki hak untuk menggantikan parlemen yang diisi oleh tokoh-tokoh oposisi. Di luar negeri, organisasi Mercosur yang beranggotakan negara-negara Amerika Latin juga menolak keberadaan Dewan Konstituen dan membekukan keanggotan Venezuela.
