HarianBernas.com ? Aksi vandalisme atau pengrusakan terhadap benda-benda di tempat umum jelas bukan aksi yang terpuji. Sayangnya aksi vandalisme masih kerap terjadi di mana-mana hingga sekarang. Museum nasional di kota Canberra, Australia, belum lama ini menjadi korbannya.
Pihak kepolisian Canberra menyatakan kalau sebanyak tiga patung dinosaurus Velociraptor yang ada di museum tersebut kehilangan kepalanya akibat digergaji oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
?Kerusakan yang didapat pada tiga dinosaurus tersebut menunjukkan kalau gergaji cakram atau gergaji besi digunakan untuk menghilangkan kepala dari badan patung,? kata pihak kepolisian seperti yang diberitakan oleh Channel News Asia. ?Pelaku memanjat pagar setinggi empat kaki (1,2 meter) untuk masuk.?
Peristiwa pemotongan tersebut diperkirakan terjadi pada hari Sabtu malam (5/8/2017) waktu setempat. Namun patung-patung tadi baru diketahui berada dalam kondisi rusak beberapa hari sesudahnya.
Menurut staf museum Mitchell Seymour, pihaknya baru mengetahui kalau patung-patungnya menjadi korban vandalisme ketika seorang anak bertanya kepada ibunya perihal mengapa patung dinosaurus di hadapannya berada dalam kondisi yang aneh.
?Kami bergegas untuk memeriksanya dan tiga patung dinosaurus kami sudah kehilangan kepalanya,? kata Seymour. ?(Tindakan) ini sungguh egois, dan sembrono adalah kata yang tepat untuk menggambarkannya.?
Velociraptor adalah dinosaurus pemakan daging yang terkenal berkat kemunculannya dalam seri film Jurassic Park. Dinosaurus ini berburu dengan cara menerkam mangsanya memakai cakarnya yang tajam. Menurut hasil penelitian terbaru, Velociraptor aslinya berukuran lebih kecil daripada manusia dan memiliki bulu di sekujur tubuhnya.
