HarianBernas.com ? Kebijakan kontroversial dikeluarkan oleh Angelo Massafra. Uskup Agung Gereja Katolik di Albania utara tersebut mengumumkan kalau mulai tanggal 1 Januari mendatang, seluruh gereja Katolik di Albania tidak boleh menggelar pesta pernikahan pada hari Minggu. Tujuannya adalah agar seluruh umat Katolik di Albania bisa berkonsentrasi menghadiri misa kudus yang digelar pada hari tersebut.
?Hari Minggu secara tradisional bagi kita umat Katolik adalah hari untuk menghadiri misa. Dan jika ada pesta pernikahan yang digelar di hari yang sama, pasangan mempelai beserta sahabat dan keluarganya tidak akan bisa menghadiri misa,? kata Pastor Artur Jaku saat memperjelas alasan di balik dikeluarkannya larangan tersebut.
Kebijakan baru tersebut disambut hangat oleh Klevis Paloka, salah seorang warga Albania yang menganut agama Katolik. ?Pernikahan bisa diselenggarakan di hari yang lain. Di dalam Injil tidak perintah kalau pernikahan harus digelar pada hari Minggu. Namun Injil mengatakan kalau hari tersebut harus didedikasikan kepada Tuhan,? kata Paloka seperti yang dikutip oleh Balkan Insight.
Ada yang mendukung, ada pula yang mengkritik. Orang-orang Katolik Albania beramai-ramai mengkritik keputusan Massafra di media sosial Salah satu di antara mereka berkomentar kalau Vatikan saja tidak pernah melarang umat Katolik untuk melakukan pernikahan di hari Minggu.
Albania adalah negara berpenduduk mayoritas Muslim yang terletak di Eropa Tenggara. Hingga awal tahun 90-an, negara ini dipimpin oleh rezim komunis yang melarang segala macam praktik beragama. Namun dengan runtuhnya rezim komunis, rakyat Albania kini bisa mempraktikkan agamanya secara bebas.
