HarianBernas.com ? Terobosan terus dibuat oleh Hassan Rouhani setelah berhasil memenangkan pemilu presiden pada bulan Mei lalu. Ia mengangkat dua orang wanita sebagai wakil presidennya. Keputusan tersebut sekaligus menunjukkan kemauan Rouhani untuk lebih sering melibatkan kaum wanita dalam kabinetnya.
Baca Peluncuran Roket Luar Angkasa Iran Dikecam AS karena Alasan Penting Ini
Kedua wanita yang diangkat oleh Rouhani tersebut masing-masing bernama Masumeh Ebtekar dan Laya Joneydi. Mereka menjadi bagian dari organisasi wakil presiden yang beranggotakan 12 orang. Masing-masing wakil presiden menangani bidang-bidang khusus yang berkaitan dengan pemerintahan.
Ebtekar adalah wakil presiden untuk urusan keluarga dan wanita. Joneydi ditunjuk untuk menempati posisi wakil presiden untuk bidang hukum. Selain keduanya, Rouhani juga mengangkat Shahindokht Mowlaverdi sebagai asisten presiden untuk masalah hak-hak sipil.
Posisi wakil presiden sendiri bukanlah posisi yang asing bagi Ebtekar. Pasalnya dalam masa jabatan periode pertama Rouhani, ia juga ditunjuk untuk menempati posisi wakil presiden. Rouhani pada periode yang sama juga mempercayakan posisi wakil presiden kepada Mowlaverdi.
Rouhani sendiri memang diketahui memiliki kemauan untuk melibatkan wanita di dalam lingkungan pemerintahannya. Saat mengisi pidato pada tanggal 8 Februari lalu, ia menjelaskan kalau kaum wanita awalnya sulit mendapatkan peran penting di sektor sosial Iran di tahun-tahun awal sesudah revolusi akibat masih kuatnya pengaruh golongan ekstrim.
Baca Maryam Mirzakhani, Jenius Iran yang Terasingkan Telah Berpulang
Namun, ia kemudian menambahkan kalau fase tersebut kini sudah terlewati. Ia pun menekankan kalau sekarang sudah waktunya bagi kaum wanita untuk lebih aktif berpartisipasi dan menunjukkan peran pentingnya bagi masyarakat.
