Bernas.id ? Xinjiang adalah nama dari provinsi yang terletak di ujung barat Tiongkok. Di wilayah tersebut, terdapat Gurun Taklimakan yang secara kasat mata terlihat tidak memiliki manfaat ekonomis bagi penduduk setempat. Namun hal tersebut kini coba diubah oleh pemerintah Tiongkok.
South China Morning Post memberitakan kalau Tiongkok berencana membangun terowongan sepanjang 1.000 km yang menghubungkan wilayah Xinjiang dengan Tibet di sebelah selatannya. Jika jadi dibangun, terowongan tersebut bakal menjadi terowongan terpanjang di dunia.
Terowongan itu sendiri nantinya dimaksudkan untuk mengangkut air yang ada di Tibet supaya bisa digunakan untuk mengairi lahan kering yang ada di Xinjiang. Oleh salah satu teknisi yang terlibat dalam proyek ini, ide ini jika terwujud bakal mengubah Xinjiang menjadi kawasan produktif layaknya California.
Dataran tinggi Tibet dipilih sebagai sumber air untuk mengairi Gurun Taklimakan karena gurun tersebut berbatasan langsung dengan wilayah Tibet yang kaya air di sebelah selatan. Setiap tahunnya, wilayah dataran tinggi Tibet menghasilkan lebih dari 400 milyar ton air. Sungai-sungai besar seperti Yangtze, Mekong, hingga Gangga juga mendapatkan sumber airnya dari Tibet.
Kendati terlihat menjanjikan, proyek ini sendiri bukanlah tanpa kendala. Biayanya yang besar, adanya potensi dampak negatif bagi lingkungan, kondisi geografis setempat yang rawan gempa, hingga kemungkinan munculnya aksi protes dari negara tetangga adalah sebagian di antaranya.
Namun semua kendala tersebut tidak lantas membuat pihak Tiongkok mengabaikan wacana proyek ini begitu saja. Menurut pengakuan ilmuwan Zhang Chuanqing dari Provinsi Hubei, Tiongkok sekarang tengah mengembangkan proyek terowongan serupa di Yunan, Tiongkok selatan.
?Dalam jangka waktu lima hingga 10 tahun dari sekarang, teknologi untuk proyek ini bakal siap dan lebih mudah dijangkau dari segi biaya, dan dorongan akan manfaatnya menjadi terlampau besar untuk diabaikan,? kata Zhang.
